Hujan Lebat Ancam Jabodetabek, BMKG Warning Petir dan Angin Kencang Sabtu Ini

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awan tebal menyelimuti langit Jakarta dan sekitarnya, menandai potensi hujan di wilayah Jabodetabek Minggu 8 Februari 2026. (Posnews/Ist)

Awan tebal menyelimuti langit Jakarta dan sekitarnya, menandai potensi hujan di wilayah Jabodetabek Minggu 8 Februari 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk mengancam wilayah Jabodetabek pada Sabtu (31/1/2026).

Hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Sejak pagi hingga siang hari, awan tebal terlihat mendominasi langit Jabodetabek.

BMKG mencatat hujan ringan berpeluang mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, serta Kabupaten dan Kota Tangerang.

Baca Juga :  CUACA HARI PAHLAWAN: Jabodetabek Bersiap Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada

Memasuki siang hingga sore, hujan masih berlanjut. BMKG memprakirakan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan diguyur hujan ringan.

Namun, hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.

Dari pantauan suhu, Bogor tercatat paling sejuk dengan kisaran 20–28 derajat Celsius.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Bentuk Posko Krisis Center Jaga Jakarta untuk Antisipasi Aksi Unjuk Rasa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara wilayah Jabodetabek lainnya berada di angka 24–28 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 72–96 persen.

BMKG pun mewanti-wanti warga di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta Kabupaten Bekasi agar siaga menghadapi hujan lebat, petir, dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB