Ingin Kerja ke Luar Negeri? Warga Desa Jabar Bisa Ikut Kursus 4 Bahasa Gratis

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

INDRAMAYU, POSNEWS.CO.ID – Warga desa di Jawa Barat berpeluang meningkatkan keterampilan untuk menembus pasar kerja luar negeri.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pelatihan gratis empat bahasa asing yang dijadwalkan mulai November 2026.

Program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM ini mencakup bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Setiap camat diminta memilih empat desa sebagai lokasi pelatihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemprov Jabar merancang program ini untuk membantu calon pekerja migran meningkatkan kemampuan komunikasi sebelum berangkat ke negara tujuan.

Sebab, keterbatasan bahasa dan ketidaktahuan prosedur dapat membuat pekerja menghadapi persoalan di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar menegaskan, persiapan sumber daya manusia harus dimulai dari desa karena banyak pekerja migran berasal dari wilayah perdesaan.

“Penyiapan sumber daya manusia penting karena pekerja migran asalnya dari desa. Mereka ada yang kena masalah di luar negeri karena tidak tahu prosedur, apalagi bahasa,” kata Kim dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri bursa kerja online di PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Indramayu, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Stadion Wibawa Mukti: Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel

Belajar Enam Bulan, Puluhan Peserta per Desa

Pelatihan akan berlangsung sekitar enam bulan. Setiap desa terpilih mendapat kuota puluhan peserta agar lebih banyak warga berkesempatan meningkatkan kompetensi.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Disnakertrans Jabar akan merekrut pengajar dari kalangan guru SMA dan SMK di Indramayu serta instruktur mandiri.

“Pelatihan bahasa asing diberikan gratis supaya sumber daya manusia siap kerja di luar negeri,” ujar Kim.

Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi warga desa yang ingin meningkatkan keterampilan, terutama mereka yang memiliki minat bekerja di luar negeri tetapi terkendala biaya kursus.

Namun, kemampuan berbahasa bukan satu-satunya bekal yang dibutuhkan calon pekerja migran.

Mereka juga perlu memahami prosedur keberangkatan resmi, isi kontrak kerja, hak-hak pekerja, serta cara mencari bantuan ketika menghadapi masalah di negara tujuan.

Warga Muntur Berharap Kesempatan Kerja Terbuka

Kepala Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Indramayu, Tanuri, menyambut baik rencana pelatihan gratis tersebut.

Menurut Tanuri, sejumlah warga desanya sudah bekerja di luar negeri sebagai pengasuh anak atau babysitter dan pelayan restoran. Negara tujuan mereka antara lain Arab Saudi dan Taiwan.

Namun, sebagian warga berangkat tanpa mengikuti pelatihan bahasa asing terlebih dahulu. Kondisi ini membuat persiapan keterampilan menjadi hal penting agar mereka lebih siap berkomunikasi dan beradaptasi di tempat kerja.

Baca Juga :  Bentrok TNI–Brimob Pecah Usai Final Bola di Buton Selatan, Aparat Luka dan Fasilitas Rusak

Tanuri menyebut sekitar 10 persen warga Desa Muntur masih menganggur. Sebagian di antaranya merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Karena itu, pelatihan bahasa asing diharapkan memberi peluang baru bagi warga yang belum memperoleh pekerjaan.

Dengan keterampilan yang lebih baik, mereka dapat mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Bekal Bahasa dan Perlindungan Pekerja Migran

Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja dari desa. Akses pelatihan yang dekat dengan tempat tinggal juga dapat membantu warga belajar tanpa harus rutin pergi ke kota.

Meski demikian, calon peserta perlu menunggu informasi resmi mengenai desa sasaran, persyaratan, kuota, dan mekanisme pendaftaran dari pemerintah daerah.

Bagi warga yang berminat bekerja ke luar negeri, persiapan sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan bahasa. Pastikan pula lowongan dan proses penempatan melalui jalur resmi agar hak serta keselamatan pekerja lebih terlindungi.

Melalui pelatihan ini, Pemprov Jabar berharap warga desa memiliki bekal lebih kuat untuk meraih kesempatan kerja dan membangun masa depan yang lebih baik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honai Mirip Bunker di Hutan Papua Dimusnahkan, Petugas Temukan Komponen Senapan
Wanita di Bogor Terseret 300 Meter saat Pertahankan Motor dari Pencuri
4 Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan Tol Madiun, Ini Perkembangan Terbarunya
Salah Sasaran Saat Cari Musuh, Wanita di Makassar Terkena Busur di Lengan
Luka Tembak dan Sangkur di Tubuh Bharada Valdo, Keluarga Menanti Jawaban Polisi
Perjalanan Wisata Berujung Duka, Bus Chandra Jaya Kecelakaan di Tol Ngawi
Tersembunyi di Gua Maybrat, Senjata Caracal dan 17 Peluru Ditemukan TNI
Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Ingin Kerja ke Luar Negeri? Warga Desa Jabar Bisa Ikut Kursus 4 Bahasa Gratis

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Honai Mirip Bunker di Hutan Papua Dimusnahkan, Petugas Temukan Komponen Senapan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Wanita di Bogor Terseret 300 Meter saat Pertahankan Motor dari Pencuri

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:17 WIB

4 Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan Tol Madiun, Ini Perkembangan Terbarunya

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Salah Sasaran Saat Cari Musuh, Wanita di Makassar Terkena Busur di Lengan

Berita Terbaru

Kebakaran hebat di pangkalan militer CFB Wainwright Kanada menewaskan 4 prajurit dan 19 kritis. Simak laporan lengkap penanganan darurat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Hebat Di Pangkalan Militer Kanada

Senin, 19 Okt 2026 - 15:49 WIB