TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perang Rusia dan Ukraina mengubah peta persenjataan modern dunia secara drastis.
Pengadopsian Sistem SHIELD dan Anggaran Pertahanan
Jepang merespons perubahan taktik perang tersebut dengan cepat. Pemerintah merancang jaringan pertahanan pantai canggih bernama SHIELD.
Sistem ini memadukan ribuan teknologi nirawak terintegrasi. Drone akan mencegat kapal perang dan pasukan amfibi musuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran sebesar 100,1 miliar yen. Dana ini menyokong pembangunan sistem jaringan SHIELD tersebut.
Total anggaran pertahanan Jepang mencapai rekor 9,04 triliun yen. Nilai ini setara dengan 55 miliar dolar AS.
Pelajaran Perang Drone dan Respon Strategis
Para analis militer menganggap perang Ukraina sebagai perang drone utama. Pesawat nirawak murah sukses menghancurkan tank bernilai jutaan dolar.
Konflik tersebut membuktikan arti penting manufaktur dalam negeri. Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan semakin mengubah pola pertempuran.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi mengunjungi pabrik Prodrone di Nagoya. Koizumi mendesak percepatan pengembangan kapasitas nirawak nasional secara mandiri.
“Jepang wajib memperkuat pertahanan nirawak demi menekan korban jiwa,” tegas Koizumi. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi ganda sipil-militer.
Skala Industri dan Tantangan Kapasitas Domestik
Skala kebutuhan perang masa depan menuntut kapasitas produksi raksasa. Amerika Serikat berencana menguasai satu juta drone dalam beberapa tahun.
Sementara itu, Rusia dan Ukraina mengamankan lima hingga tujuh juta drone. Kondisi ini memicu minat Jepang memperluas industri drone lokal.
Pengurus Asosiasi Pengembangan Industri UAS Jepang Manabu Shimamoto memberikan analisis. Shimamoto menilai drone mampu memberi efek gentar kepada lawan.
Presiden Prodrone Shunsuke Toya menyoroti keunggulan produsen skala kecil. Produsen kecil mampu melakukan uji coba desain secara cepat.
China saat ini masih mendominasi pasar drone komersial global. Sebab, pengembang China mengantongi data penerbangan dalam jumlah raksasa.
Namun, Jepang melihat peluang ekspansi pada sektor non-militer. Drone Jepang dapat mendukung misi pembersihan ranjau di Ukraina.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













