PBB Sebut Suhu Global Berpeluang Lewati Ambang Batas

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Laporan terbaru dari badan cuaca PBB dan Met Office Inggris memprediksi lonjakan suhu rata-rata global ke tingkat rekor baru. Secara spesifik, fenomena pemanasan ini akan berlangsung sepanjang periode lima tahun ke depan.

Para ilmuwan memperkirakan suhu permukaan rata-rata tahunan global akan berada di antara 1,3°C hingga 1,9°C. Angka ini mengacu pada tingkat rata-rata masa pra-industri tahun 1850-1900. Sementara itu, peneliti menyajikan data ini sebagai bukti kuat percepatan pemanasan global.

Melampaui Batas Perjanjian Paris

Dalam Perjanjian Paris 2015, pemerintah dunia berkomitmen menahan kenaikan suhu global di bawah angka 1,5°C. Namun, laporan terbaru ini menunjukkan proyeksi yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan ekosistem bumi.

Para peneliti memproyeksikan suhu bumi akan melampaui batas 1,5°C tersebut setidaknya selama satu tahun. Langkah ekstrem ini sangat berpeluang besar terjadi antara tahun 2026 hingga 2030 mendatang. Bahkan, salah satu tahun dalam periode tersebut berisiko menjadi tahun terpanas, mengalahkan rekor tahun 2024.

Ilmuwan Met Office, Melissa Seabrook, menjelaskan bahwa lonjakan sementara ini belum berarti kegagalan total Perjanjian Paris. Sebab, perjanjian tersebut mengacu pada rata-rata jangka panjang selama 20 tahun. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa jendela kesempatan untuk menyelamatkan bumi kini tengah menyempit dengan sangat cepat.

Pemanasan Ekstrem di Kawasan Arktik

Suhu musim dingin di wilayah Arktik berpeluang melonjak lebih dari 3,5 kali lipat rata-rata global. Akibatnya, suhu di kutub utara akan menyentuh angka 2°C di atas garis basis periode 1991–2020.

Kenaikan suhu ekstrem ini tentu akan memicu pencairan es laut Arktik secara masif pada bulan Maret. Sebagai contoh, wilayah Laut Barents dan Laut Okhotsk akan kehilangan sebagian besar tutupan esnya. Dengan demikian, kerusakan ekosistem ini akan mendisrupsi sistem cuaca global secara signifikan.

Baca Juga :  Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Dampak El Niño

Pemanasan global juga akan memicu pergeseran pola curah hujan di belahan bumi bagian utara. Oleh karena itu, wilayah Eropa utara, Alaska, dan Siberia berpotensi mengalami musim dingin yang jauh lebih basah. Sebaliknya, wilayah hutan Amazon justru akan menghadapi musim kemarau yang sangat kering dan ekstrem.

Kondisi buruk ini akan semakin parah akibat kemunculan fenomena El Niño yang kuat pada akhir tahun ini. Sebab, pemanasan suhu permukaan laut Pasifik ini berpotensi bertahan hingga tahun 2027 mendatang. Maka dari itu, dunia harus bersiap menghadapi cuaca buruk yang beruntun dalam waktu dekat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru