Kapal Perang TNI AL di Teluk Jakarta, KRI Brawijaya-320 dan Kapal Selam Unjuk Kekuatan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Brawijaya-320 memimpin parade kapal perang TNI AL di Teluk Jakarta. Dok: Instagram @tni_angkatan_laut

KRI Brawijaya-320 memimpin parade kapal perang TNI AL di Teluk Jakarta. Dok: Instagram @tni_angkatan_laut

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Laut Teluk Jakarta, Kamis (2/10/2025), bergemuruh. Armada TNI AL unjuk gigi lewat parade kapal perang atau sailing pass.

KRI Brawijaya-320, kapal perang terbesar di Asia Tenggara, tampil gagah bersama kapal selam kebanggaan Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming menyaksikan langsung dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kapal itu berlayar dari markas Kolinlamil, Jakarta Utara, menuju lokasi parade.

Parade dipimpin KRI Brawijaya-320. Sebanyak 51 kapal perang lain membelah Teluk Jakarta di belakangnya. Dua kapal selam muncul di sisi KRI dr. Radjiman, jadi pusat perhatian tamu undangan.

Baca Juga :  BNPB Catat 1.200 Korban Tewas Bencana Sumatera, Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan

Deretan kapal bikin mata melotot. Ada 6 fregat, 10 korvet, 2 kapal LST, 3 LPD, 16 kapal cepat, 2 kapal ranjau, 6 kapal patroli, 4 kapal bantu, dan 2 kapal latih taruna AAL: KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci.

Tak hanya TNI AL, parade juga diramaikan ADRI, Bakamla, Basarnas, Polairud, KKP, KPLP, hingga kapal nelayan. Semua berlayar rapi di belakang kapal tempur.

Baca Juga :  Hustle Culture vs. Slow Living: Perang Nilai Generasi Muda

Aksi makin panas saat meriam kapal perang menyalak. Senjata berat RBU-6000 anti kapal selam dan MLRS RM-70 Grad di KRI Teluk Amboina-503 memecah langit Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TNI AL juga memamerkan armada udara. Pesawat Bonanza, Piper, CN-235, Cassa NC-212, heli Bell-412, Heli Panther, dan tiga drone UAV nirawak ikut mengawal.

Parade kapal perang terbesar ini jadi bukti Indonesia siap menjaga kedaulatan laut dan menunjukkan taringnya di Asia Tenggara. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Berita Terbaru

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB