Kapolsek Tanjung Priok: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba dan Tawuran

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono memberikan motivasi kepada 93 siswa SMK Yanindo di Jakarta Utara. (Posnews/Polsek Tanjung Priok)

Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono memberikan motivasi kepada 93 siswa SMK Yanindo di Jakarta Utara. (Posnews/Polsek Tanjung Priok)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa hebat seseorang hari ini, tetapi oleh pilihan yang ia ambil sejak muda.

Pesan itulah yang disampaikan Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono kepada 93 siswa SMK Yanindo, Jakarta Utara, Senin (19/10/2026).

Dalam kunjungan ke sekolah di Jalan RE Martadinata No. 4, Kelurahan Tanjung Priok, Sigit mengajak para pelajar menjaga diri, menjauhi narkoba dan tawuran, serta bersungguh-sungguh mengejar cita-cita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah sekitar pukul 10.30 WIB itu diikuti 56 siswi dan 37 siswa.

Kepala SMK Yanindo Dra. Ginarti Kusumadewi, para guru, serta sejumlah pejabat Polsek Tanjung Priok turut mendampingi kegiatan tersebut.

Di hadapan para pelajar, Sigit menegaskan bahwa masa muda merupakan kesempatan berharga untuk menimba ilmu, mengembangkan kemampuan, dan membangun karakter.

Karena itu, ia meminta siswa tidak mengorbankan masa depan hanya demi pergaulan yang berisiko.

β€œAdik-adik adalah generasi penerus yang masih memiliki masa depan panjang. Sayangi dan cintailah diri kalian sendiri. Harta yang paling berharga adalah nyawa. Jangan sampai masa depan yang masih terbuka luas rusak karena narkoba atau tawuran,” pesannya.

Baca Juga :  Polemik Ucapan Hotman Paris Memanas, PWI Tempuh Jalur Hukum

Narkoba dan Tawuran Bisa Merusak Masa Depan

Sigit mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengancam kesehatan dan menghambat masa depan. Sementara itu, tawuran berisiko menimbulkan luka, kehilangan nyawa, hingga berurusan dengan hukum.

Ia meminta para siswa berani menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan atau perilaku berbahaya.

Menurutnya, keberanian bukan berarti mengikuti ajakan teman, melainkan mampu mengambil keputusan yang benar meski mendapat tekanan dari lingkungan.

Selain itu, Sigit mengajak siswa menghormati orang tua dan guru serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

β€œKalau kalian bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga diri, dan menjauhi hal-hal negatif, insyaallah masa depan kalian akan lebih cerah. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Kalian semua memiliki peluang untuk sukses dan membanggakan keluarga,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan pendidikan dan pembentukan karakter sebagai bekal penting bagi generasi muda.

Prestasi tidak hanya dibangun melalui nilai akademik, tetapi juga melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memilih pergaulan yang sehat.

Polisi Buka Ruang Konsultasi bagi Pelajar

Tak hanya memberikan nasihat, Sigit juga membuka ruang komunikasi bagi siswa yang menghadapi persoalan atau membutuhkan arahan.

Ia mempersilakan para pelajar menghubunginya atau datang ke Polsek Tanjung Priok apabila membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Kesal Istri Diremas, Pria Lampung Tikam Teman Hingga Tewas - Polisi Bongkar Motif Sadis

Langkah ini diharapkan membuat siswa lebih berani mencari pertolongan ketika menghadapi masalah, termasuk tekanan pergaulan atau ajakan melakukan tindakan berbahaya.

Dalam kegiatan tersebut, Sigit didampingi Wakapolsek Tanjung Priok AKP Hariyanto, Kanit Intelkam IPTU Joko Wiyono, Kanit Binmas IPTU Karim Widianto, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Priok BRIPKA Supriyadi.

Kehadiran polisi di lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelajar.

Dengan komunikasi yang terbuka, polisi diharapkan tidak hanya dipandang sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat membantu mencegah persoalan sejak dini.

Membangun Generasi Muda Lewat Kepedulian

Kunjungan ke SMK Yanindo menegaskan pentingnya kerja sama antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan kepolisian dalam melindungi generasi muda.

Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan siswa.

Sementara itu, pelajar perlu membangun keberanian untuk berkata tidak terhadap narkoba, kekerasan, dan ajakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pada akhirnya, menjaga generasi muda bukan sekadar mencegah kenakalan.

Upaya tersebut juga berarti memberi perhatian, membuka ruang konsultasi, serta membantu mereka percaya bahwa masa depan yang lebih baik dapat diraih melalui pilihan yang tepat hari ini. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain
Nyawa Pelajar 14 Tahun Tak Tertolong Usai Ditabrak Pajero di Mampang
Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan, Dudung Soroti Rekrutmen Anggota Polri
Ayah Disebut Berjualan Siomai, Ternyata Anak di Brebes Mengaku Membunuhnya
Bharatu Valdo Tewas, Keluarga Pertanyakan Motif dan Dugaan Pelaku Lain
Tersangka AR Ditahan, Keluarga Bharatu Valdo Minta Kasus Diusut Tuntas
Ribuan Warga Sambut Jenazah Bharada Valdo, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis
Asyik Pesta di Kelab Malam, 9 Pengunjung Ini Positif Sabu dan Etomidate

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:35 WIB

4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Nyawa Pelajar 14 Tahun Tak Tertolong Usai Ditabrak Pajero di Mampang

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kapolsek Tanjung Priok: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba dan Tawuran

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan, Dudung Soroti Rekrutmen Anggota Polri

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Ayah Disebut Berjualan Siomai, Ternyata Anak di Brebes Mengaku Membunuhnya

Berita Terbaru