Tragedi Perlintasan Prambanan: KA Bangunkarta Hantam Mobil dan Motor, 3 Orang Tewas di Tempat

Selasa, 4 November 2025 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kecelakaan maut di perlintasan kereta Prambanan, Sleman. KA Bangunkarta menabrak satu mobil Calya dan dua motor. Tiga orang tewas di lokasi, empat lainnya luka-luka. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kecelakaan maut di perlintasan kereta Prambanan, Sleman. KA Bangunkarta menabrak satu mobil Calya dan dua motor. Tiga orang tewas di lokasi, empat lainnya luka-luka. Dok: Istimewa.

SLEMAN, POSNEWS.CO.ID — Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api sebidang di wilayah Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.35 WIB.

Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta jurusan Jombang-Jakarta yang melaju kencang dari timur ke barat menabrak satu unit mobil Toyota Calya dan dua sepeda motor. Akibat insiden ini, laporan awal menyebutkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Tiga Tewas, Satu Keluarga Terluka

Total korban dalam kecelakaan ini berjumlah tujuh orang. Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto, menjelaskan bahwa korban tewas adalah para pengendara motor.

“Korban meninggal dunia merupakan pengendara motor, satu berboncengan dan satu sendirian. Mereka tewas di lokasi akibat benturan keras,” jelas Dede di lokasi kejadian.

Sementara itu, empat korban luka-luka adalah penumpang mobil Toyota Calya berwarna oranye. Mobil tersebut berisi satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak balita. Petugas segera melarikan keempatnya ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga :  Detik-detik Bus PO Adi Prima Terbakar di Terminal Induk Bekasi

Kondisi mobil Calya tersebut mengalami kerusakan sangat parah, nyaris tidak berbentuk. Pantauan di lokasi menunjukkan bagian kiri dan belakang mobil ringsek berat hingga rangkanya terlipat, dengan kaca pecah berserakan.

Kronologi dan Penyelidikan Palang Pintu

Menurut Kompol Dede Setiyarto, tabrakan terjadi saat sejumlah kendaraan melintas dari arah utara ke selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi awal, kendaraan pertama yang melintas adalah truk. Mobil berwarna merah (Calya) dan dua sepeda motor mengikutinya di belakang,” ujar Dede.

Nahas, di saat bersamaan, KA Bangunkarta melaju dari timur. Polisi masih mendalami kronologi pasti dan penyebab kecelakaan. “Untuk kronologinya masih kami dalami, termasuk posisi palang pintu saat kejadian,” tegas Dede, merujuk pada laporan bahwa perlintasan itu tanpa pengaman penuh.

Baca Juga :  Bandung Dilanda Suhu Dingin, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Pernyataan Resmi KAI Daop 6

Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi di perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan-Maguwo.

“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas terjadinya temperan (tabrakan) KA 161 Bangunkarta dengan sepeda motor dan mobil,” ujar Feni saat kami hubungi.

Feni memastikan seluruh awak dan penumpang KA 161 Bangunkarta dalam kondisi selamat dan kereta dapat melanjutkan perjalanan setelah penanganan di jalur selesai.

Pihak KAI menegaskan masih menunggu data resmi korban dari rumah sakit dan akan menanggung seluruh biaya prosesnya. “Untuk penyebab masih dalam pemeriksaan dan penelusuran teknis ya. Saat ini KAI Daop 6 berfokus pada penanganan korban dan pendampingan keluarga untuk seluruh proses yang berjalan,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB