Kejatuhan El Mencho: Mengapa Kematian Gembong Meksiko Belum Melumpuhkan Jaringan Kartel di AS?

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukulan telak bagi kepemimpinan, namun bukan akhir dari kerajaan bisnis. Kematian Nemesio Oseguera alias

Pukulan telak bagi kepemimpinan, namun bukan akhir dari kerajaan bisnis. Kematian Nemesio Oseguera alias "El Mencho" mengungkap betapa dalamnya integrasi ekonomi ilegal kartel Meksiko di dalam wilayah Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

MEXICO CITY, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Meksiko mencatat sejarah besar dalam perang melawan narkoba melalui eliminasi salah satu gembong paling dicari di dunia. Pasukan khusus melumpuhkan Nemesio Oseguera, yang populer dengan nama “El Mencho”, dalam operasi militer dengan dukungan intelijen Amerika Serikat pada Minggu (22/2).

Namun demikian, keberhasilan ini segera memicu gelombang kekerasan di berbagai penjuru Meksiko. Anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) membalas dengan membakar bangunan dan melakukan blokade jalan secara masif. Oleh karena itu, para pejabat keamanan kini memusatkan perhatian pada jaringan rahasia kartel di seberang perbatasan yang menjadi sumber kekuatan utama organisasi tersebut.

Nadi Kekuasaan: Senjata Militer dan Bahan Bakar

Meskipun pemimpin tertingginya telah tiada, CJNG masih memiliki akses luar biasa terhadap persenjataan berat. Panglima Angkatan Darat Meksiko, Ricardo Trevilla, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai persenjataan kartel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar 80 persen dari 23.000 senjata yang pemerintah sita sejak akhir 2024 berasal dari Amerika Serikat. Selanjutnya, jaringan penyelundup ini memasok senapan kaliber .50 yang mampu menjatuhkan helikopter serta senapan serbu FN SCAR untuk pasukan khusus kartel. “Kita tidak bisa menghentikan penyelundup narkoba jika Amerika Serikat terus membiarkan mereka memperkuat kapasitas militer,” tegas Anggota Kongres Meksiko, Alfonso Ramirez Cuellar.

Baca Juga :  Cemburu Buta, Pria Kendari Aniaya Mantan Pacar hingga Pura-Pura Pingsan

Selain itu, kartel ini telah membangun imperium minyak lintas batas bernilai miliaran dolar dalam kurun waktu kurang dari satu dekade. Mereka mencuri minyak mentah dari perusahaan negara Pemex untuk kemudian petugas jual kepada perusahaan-perusahaan di AS. Bahkan, investigasi mengungkap keterlibatan pedagang bahan bakar dan fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat dalam skandal penipuan pajak dan penyelundupan ini.

Pencucian Uang di Jantung Ekonomi Amerika

Kekuatan finansial CJNG merambah sangat dalam ke berbagai sektor legal di Amerika Serikat. Otoritas hukum mendeteksi ratusan juta dolar aset kartel yang mengalir melalui real estat, industri musik, hingga pasar saham AS.

Sebagai contoh, penangkapan menantu El Mencho, Cristian Gutierrez Ochoa, di sebuah rumah mewah di California mengungkap modus pencucian uang yang canggih. Ia menggunakan perusahaan cangkang produsen tequila di Meksiko guna menyamarkan hasil penjualan narkoba. Pasalnya, integrasi ekonomi yang mendalam antara kedua negara memudahkan para penjahat untuk menyembunyikan kekayaan mereka di balik bisnis-bisnis yang tampak sah.

Kritik Kebijakan: Militerisasi vs Keamanan Domestik

Dunia internasional kini mendesak Washington untuk meningkatkan penegakan hukum di dalam wilayahnya sendiri. Pakar keamanan, Vanda Felbab-Brown, mencatat adanya ketimpangan fokus dalam kebijakan Amerika Serikat saat ini.

Baca Juga :  Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Saat ini, administrasi Donald Trump cenderung lebih memprioritaskan aksi militer di luar negeri dan upaya deportasi massal. Alhasil, ribuan agen spesialis narkoba, senjata api, dan pencucian uang justru beralih tugas untuk menangani isu imigrasi. Data menunjukkan bahwa jumlah tuntutan hukum terkait konspirasi narkoba dan pencucian uang mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun lalu. Dengan demikian, tanpa adanya tekanan serius terhadap jaringan logistik di dalam negeri AS, kematian El Mencho kemungkinan besar hanya akan memicu pergantian kepemimpinan di dalam kartel tanpa melumpuhkan dominasi bisnis mereka.

Kematian El Mencho membuktikan bahwa tidak ada individu yang tidak tersentuh oleh hukum. Pada akhirnya, tantangan sesungguhnya bagi Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan mitranya di Washington adalah menghancurkan struktur organisasi yang lebih luas.

Oleh sebab itu, kolaborasi bilateral harus mencakup pengawasan ketat terhadap toko senjata dan transparansi transaksi keuangan di Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat hanya fokus pada perbatasan tanpa membersihkan jaringan kriminal di dalam negerinya, maka “racun” narkoba dan kekerasan senjata akan terus menghantui kedua negara di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru