Kepala Dusun di Lampung Selatan Dibacok Warganya Gara-Gara Bansos, Polisi Buru Pelaku

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Banyak warga miskin di daerah tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dan sebaliknya warga mapan mendapatkan bansos. Karena itu, pembagian bansos kerap ricuh hingga memakan korban.

Seorang Kepala Dusun di Desa Purwodadi Simpang, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Andi Saputro, nyaris tewas setelah dibacok berulang kali oleh warganya sendiri yang mengamuk meminta bantuan sosial.

Peristiwa sadis itu terjadi Senin (8/12/2025) pukul 19.00 WIB di depan rumah korban. Pelaku datang membawa celurit panjang, mengancam, lalu mengayunkannya ke tubuh korban saat permintaan bansosnya tidak dipenuhi.

Kapolsek Tanjung Bintang, Kompol Edi Qorinas, menjelaskan bahwa pelaku datang dengan emosi tinggi.

Baca Juga :  Ketua MUI Imbau Malam Tahun Baru 2026 Diisi Doa Bersama, Bukan Hura-hura

“Pelaku datang meminta bansos. Tapi ia langsung membawa senjata tajam jenis celurit dan akhirnya melakukan penyerangan brutal terhadap korban,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Korban tersungkur bersimbah darah setelah celurit pelaku mengenai bagian lengan, punggung, dan kepala (informasi umum tipe luka bacok).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke rumah sakit.

Kini, Andi Saputro menjalani perawatan intensif, termasuk tindakan penjahitan luka dan pemantauan kemungkinan infeksi akibat bacokan.

Pelaku Kabur, Polisi Lakukan Pengejaran Besar-Besaran

Hingga Rabu sore, polisi telah mengantongi identitas pelaku dan membentuk tim gabungan untuk memburu pria tersebut ke sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

Baca Juga :  Gajah Liar Mengamuk, Kepala Desa di Way Jepara Lampung Timur Tewas Mengenaskan

“Pelaku sudah kami identifikasi. Kami melakukan pengejaran di beberapa lokasi dan meminta keluarga pelaku untuk bekerja sama,” tegas Kompol Edi.

Polisi juga memeriksa saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat bukti.

Dari pemeriksaan awal, pelaku mengamuk karena merasa tidak mendapatkan hak bansos. Polisi mendalami apakah pelaku benar terdaftar sebagai penerima atau hanya memaksa meminta bantuan.

Pihak kecamatan dan desa kini menginventarisasi ulang daftar penerima bansos untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang
Ojol Dipukuli di Citayam Depok Gara-Gara Klakson, Wajah Korban Bonyok
Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka
Pramono Anung Larang Gadai KJP Jelang Ramadan, Disdik DKI Perketat Pengawasan
Satpol PP Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL Diimbau – Parkir Liar Disikat
Menghadapi Antibiotic Resistance: Pandemi Senyap yang Mengancam Peradaban Medis
Trump dan Netanyahu Gagal Capai Kesepakatan Definitif
Pezeshkian Serukan Persatuan Iran di Tengah Krisis dan Tekanan Nuklir

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:12 WIB

Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:57 WIB

Ojol Dipukuli di Citayam Depok Gara-Gara Klakson, Wajah Korban Bonyok

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:22 WIB

Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:07 WIB

Pramono Anung Larang Gadai KJP Jelang Ramadan, Disdik DKI Perketat Pengawasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:47 WIB

Satpol PP Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL Diimbau – Parkir Liar Disikat

Berita Terbaru