Kim Jong Un Labeli Korea Selatan Musuh Utama dan Perkuat Nuklir Tanpa Batas

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menginstruksikan penguatan kekuatan nuklir negaranya secara permanen. Selain itu, dalam pidato di hadapan parlemen pada hari Senin, Kim menetapkan Korea Selatan sebagai musuh utama dan paling berbahaya bagi kedaulatan negaranya.

Dalam konteks ini, Pyongyang kini memandang statusnya sebagai negara bersenjata nuklir sebagai hal yang tidak dapat diganggu gugat. Bahkan, Kim menegaskan bahwa pencegah nuklir yang kuat sangat penting bagi keamanan nasional dan stabilitas kawasan di tahun 2026.

Menolak Disarmasi demi Keuntungan Ekonomi

Kim secara tegas menolak ide pertukaran pelucutan senjata nuklir dengan keuntungan ekonomi atau jaminan keamanan. Sebaliknya, ia mengeklaim bahwa Korea Utara telah membuktikan pilihan strategisnya untuk mempertahankan kekuatan nuklir sambil mengejar pembangunan adalah langkah yang tepat.

Oleh karena itu, ia memandang senjata nuklir sebagai instrumen yang berhasil mencegah pecahnya perang di semenanjung tersebut. Dengan demikian, militer kini dapat memfokuskan sumber daya pada pertumbuhan ekonomi, konstruksi, dan peningkatan standar hidup masyarakat. Namun, Kim tetap menuding Amerika Serikat dan sekutunya terus mengacaukan kawasan melalui pengerahan aset nuklir strategis.

South Korea sebagai “Musuh Paling Bermusuh”

Selanjutnya, ketegangan antara dua Korea mencapai titik nadir baru melalui retorika terbaru Kim. Ia secara resmi mengakui Korea Selatan sebagai “negara paling bermusuh” di panggung global. Dalam hal ini, Kim memperingatkan Seoul bahwa setiap upaya untuk melanggar kedaulatan Korea Utara akan menghadapi balasan yang kejam tanpa ampun.

“Kami akan bertindak tanpa ragu-ragu atau menahan diri,” tegas Kim sebagaimana laporan kantor berita KCNA pada Selasa. Sebagai hasilnya, langkah ini semakin mengukuhkan kebijakan baru Pyongyang yang meninggalkan upaya reunifikasi damai yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Saat ini, analis terus memantau apakah otoritas terkait telah memasukkan pergeseran kebijakan ini ke dalam undang-undang dasar melalui amandemen terbaru.

Baca Juga :  Swiss Gelar Perundingan Rahasia Rusia, Ukraina, dan AS

Rencana Ekonomi Lima Tahun dan Dukungan Rusia

Di sisi lain, Kim memaparkan prioritas ekonomi dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun yang baru. Secara khusus, pemerintah akan fokus pada modernisasi industri, peningkatan produksi batu bara, serta perluasan konstruksi perumahan nasional. Akibatnya, anggaran negara tahun 2026 kini mengalokasikan 15,8% dari total belanja untuk sektor pertahanan.

Terlebih lagi, sesi parlemen tersebut juga mendengar pesan ucapan selamat dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin memuji kepemimpinan Kim dan berjanji untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang. Pada akhirnya, aliansi ini semakin memperkuat posisi Korea Utara di tengah isolasi internasional dan sanksi ekonomi yang masih membelenggu di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru