Kios Sentra Fauna Lenteng Agung Disiapkan untuk Pedagang Barito, Rampung September

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan, Parulian Tampubolon memastikan pedagang di Lokasi Sementara (Loksem) Barito akan menempati kios yang lebih representatif di Sentra Fauna Lenteng Agung.

Parulian menegaskan, kios baru tersebut berukuran 2,5×2,75 meter atau lebih luas dibanding kios di Loksem Barito. “Kami ingin para pedagang merasa lebih nyaman dan leluasa dalam menjalankan kegiatan usahanya,” kata Parulian, Jumat (22/8).

Fasilitas Lebih Baik

Menurut Parulian, kios di Sentra Fauna Lenteng Agung tidak hanya lebih luas, tetapi juga dipastikan lebih bagus. Selain itu, pemerintah akan memfasilitasi pedagang dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) karena ada penyesuaian data lokasi usaha.

Baca Juga :  BNN Bongkar Pabrik Narkoba di Apartemen Ancol, Bahan Baku Disuplai dari China

“Kami juga tentunya akan memfasilitasi pembuatan NIB agar pedagang memiliki kepastian hukum,” terangnya.

Target Rampung September

Parulian mengungkapkan, pembangunan kios sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada September mendatang. Saat ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sedang merapikan akses jalan menuju lokasi.

Ia menambahkan, fasilitas yang disiapkan pemerintah cukup memadai bahkan lebih dari cukup untuk mendukung relokasi pedagang.

“Intinya kami hadir bukan untuk mematikan usaha pedagang, tetapi justru memberikan kepastian hukum, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang usaha yang lebih sehat serta tertib,” tegasnya.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Hujan Ringan-Sedang dan Angin Kencang di Jabodetabek 25–27 Oktober 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manfaat Lebih Besar

Parulian optimistis, dengan kerja sama pedagang, masyarakat, dan pemangku kepentingan, relokasi akan berjalan lancar dan membawa manfaat besar, baik bagi pedagang maupun warga Jakarta.

“Mudah-mudahan langkah penataan ini juga sejalan dengan upaya menjaga estetika kota serta mengurangi persoalan di kawasan Barito, seperti kemacetan, penumpukan sampah, dan ketidaktertiban pemanfaatan ruang,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB