Komplotan Bersenjata Celurit Rampas Motor Pedagang di Bekasi Timur

Minggu, 5 Oktober 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan kembali gegerkan warga Bekasi Timur.

Seorang pedagang bernama Jahrudin menjadi korban setelah motornya dirampas oleh komplotan berjumlah enam pria bersenjata celurit, Sabtu dini hari (4/10/2025) sekitar pukul 03.25 WIB.

Peristiwa menegangkan itu terjadi di Jl. H. Nonon Sonthanie, tepatnya sebelum Bengkel PMM Auto, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menurut laporan polisi, korban saat itu tengah berangkat menuju Pasar Baru Bekasi untuk berdagang. Namun di tengah perjalanan, tiga motor matic yang ditumpangi enam pelaku tiba-tiba memepet laju kendaraan korban.

Baca Juga :  Dokter Detektif dr Samira Resmi Jadi Tersangka UU ITE, Polisi Buka Opsi Mediasi

Salah satu pelaku langsung mengacungkan celurit ke arah korban sambil mengancam akan melukai jika melawan. Tak berdaya, Jahrudin memilih diam. Dalam hitungan detik, pelaku merampas motor korban dan kabur ke arah jalan besar.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2025. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp18,9 juta.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Merata, Tangerang Selatan Waspada Petir

Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengejar keberadaan komplotan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim sudah turun ke lapangan. Kami masih memburu para pelaku berdasarkan ciri-ciri dan rekaman CCTV sekitar lokasi,” ujar salah satu sumber kepolisian.

Warga Bekasi diimbau untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari di jalur sepi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB