Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi kemanusiaan di al-Obeid. Para perempuan dan anak di Sudan menghadapi pilihan mematikan antara serangan drone dan kekerasan seksual demi mendapatkan air bersih. Dok: Istimewa.

Tragedi kemanusiaan di al-Obeid. Para perempuan dan anak di Sudan menghadapi pilihan mematikan antara serangan drone dan kekerasan seksual demi mendapatkan air bersih. Dok: Istimewa.

GENEWA, POSNEWS.CO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan mengerikan mengenai krisis kemanusiaan di Sudan.

Dilema Maut Pencarian Air Bersih

Para perempuan di kota al-Obeid menghadapi pilihan hidup yang sangat sulit.

Kota al-Obeid merupakan ibu kota wilayah Kordofan Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menghadapi ancaman serangan drone pada siang hari.

Selain itu, mereka menghadapi bahaya kekerasan seksual pada malam hari.

Kondisi mengerikan ini terjadi saat warga berjuang mengambil air bersih.

Pengepungan Kota dan Teror Drone Siang Hari

Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Turk membeberkan penderitaan warga.

Baca Juga :  DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika

Pasukan militer mengepung kota al-Obeid selama 18 bulan.

Serangan drone terus menghantam sumber-sumber air bersih warga.

Oleh karena itu, warga terpaksa mengambil air setelah hari gelap.

Namun, malam hari menyimpan bahaya pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Perang saudara di Sudan kini resmi memasuki tahun keempat.

Konflik bersenjata ini memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Lonjakan Kekerasan Seksual dan Krisis Air

Direktur Regional U.N. Women Anna Mutavati menyampaikan laporan resmi di Genewa.

Mutavati berbicara dari Nairobi melalui sambungan video conference.

Ia menyoroti penderitaan berat para perempuan saat mencari air bersih.

“Para pelaku menyerang dan memperkosa kaum perempuan,” tegas Mutavati.

Padahal, air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia.

Baca Juga :  Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Kota al-Obeid menampung sekitar 500.000 jiwa saat ini.

Sebanyak 70 persen penduduk kota merupakan perempuan dan anak-anak.

Data PBB mencatat 12,7 juta perempuan membutuhkan bantuan darurat tahun ini.

Angka kebutuhan bantuan ini melonjak empat kali lipat sejak perang meletus.

Pemangkasan Dana Bantuan dan Penutupan Ruang Aman

Di sisi lain, lembaga donor internasional memangkas bantuan dana sosial.

Pemangkasan dana ini memperparah penderitaan para korban kekerasan seksual.

Survei U.N. Women menunjukkan fakta yang sangat memprihatinkan.

Dua pertiga organisasi perempuan terpaksa menutup ruang perlindungan aman.

Pengelola juga memangkas fasilitas layanan kesehatan bagi korban kekerasan.

Kini, komunitas internasional wajib mengambil tindakan nyata untuk menghentikan krisis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB