Lansia Amerika Kini Lebih Sehat, Mandiri, dan Hemat Anggaran

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Menua dengan tangguh. Studi selama 14 tahun menunjukkan bahwa lansia di era modern hidup lebih mandiri dan terhindar dari penyakit kronis hingga usia yang lebih tua. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Menua dengan tangguh. Studi selama 14 tahun menunjukkan bahwa lansia di era modern hidup lebih mandiri dan terhindar dari penyakit kronis hingga usia yang lebih tua. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Para ilmuwan Amerika Serikat melaporkan bahwa populasi lansia saat ini jauh lebih sehat, bahagia, dan mandiri daripada generasi sebelumnya. Laporan hasil studi selama 14 tahun yang akan terbit akhir bulan ini menunjukkan penurunan signifikan pada gangguan kesehatan umum di kalangan warga berusia di atas 65 tahun.

Data dari National Long-term Health Care Survey yang melibatkan lebih dari 20.000 responden membuktikan bahwa penyakit seperti artritis dan gangguan sirkulasi darah menurun drastis. Penyakit berat lainnya, termasuk demensia dan emfisema, juga menunjukkan angka kejadian yang lebih rendah setiap tahunnya.

Pergeseran Definisi “Penuaan Normal”

Kenneth Manton, pakar demografi dari Duke University, menyatakan bahwa standar “penuaan normal” telah bergeser. Menurutnya, kondisi kesehatan yang dahulu menimpa lansia usia 65 tahun pada 1982, kini baru muncul saat seseorang mencapai usia 70 hingga 75 tahun.

Faktor pendorong perubahan ini tidak hanya berasal dari kemajuan medis. Perbaikan nutrisi masa kanak-kanak di awal abad ke-20 memberikan landasan kesehatan yang lebih kuat. Selain itu, tingkat pendidikan berperan vital dalam angka harapan hidup. Wanita berusia 65 tahun dengan pendidikan tinggi berpotensi hidup tujuh tahun lebih lama dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah. Hal ini terjadi karena kelompok terpelajar cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap kesehatan mereka.

Baca Juga :  Netanyahu Temui Trump Akhir Desember: Bahas Fase Sulit Gencatan Senjata dan Pelucutan Senjata Hamas

Kemandirian dan Dampak Ekonomi

Survei tahun 1994 mencatat tren yang mengejutkan mengenai kemandirian lansia. Hampir 80 persen responden mampu melakukan aktivitas harian seperti makan, berpakaian, hingga mengelola keuangan secara mandiri. Situasi ini menunjukkan penurunan drastis jumlah lansia penyandang disabilitas dalam populasi Amerika Serikat.

Tren kemandirian ini memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar. Manton mengungkapkan bahwa pergeseran ini menyelamatkan anggaran sistem Medicare pemerintah AS sebanyak lebih dari $200 miliar. Hal ini membuktikan bahwa populasi lansia tidak menjadi beban finansial sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya. Penggunaan alat bantu medis di rumah, seperti dudukan toilet dan kursi mandi yang meningkat hingga 50 persen, turut mendukung mobilitas mereka.

Baca Juga :  Bisakah Cacing Membantu Mengatasi Alergi Manusia?

Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental

Para ahli saraf juga menemukan kaitan erat antara aktivitas fisik dengan fungsi otak. Carl Cotman dari University of California menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan hormon yang menjaga fungsi neuron. Hal ini efektif mencegah penurunan fungsi otak pada manusia yang aktif secara fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, aspek psikologis seperti harga diri juga sangat berpengaruh. Lansia yang berani melakukan aktivitas menantang, seperti mengemudi, memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih rendah. Namun, peneliti memperingatkan bahwa hidup sendiri tanpa dukungan sosial tetap dapat meningkatkan hormon stres, bahkan saat tidur. Oleh karena itu, kehidupan mandiri yang ideal bagi lansia adalah tetap memiliki akses bantuan saat mereka membutuhkannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Stiker QR Judi Online di Pesanggrahan Ditangkap, Polisi Buru Jaringan
Terobosan Jenewa: AS dan Iran Sepakati Prinsip Panduan
Diplomasi Jenewa: Trump Desak Ukraina Segera Berdamai di Tengah Gempuran Rusia
Prostitusi Online via MiChat Terbongkar di Bogor, 5 Wanita dan 4 Pria Terjaring
Pemkot Depok Tetapkan Jam Kerja ASN Ramadan 1447 H, Ini Rinciannya
PM Mark Carney Luncurkan Rencana Pertahanan Setengah Triliun Dolar
1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Jadwal Imsakiyah Puasa
Fleksibilitas Jam Kerja ASN DKI Jakarta Selama Ramadan 2026, Simak Aturan Lengkapnya

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:11 WIB

Pelaku Stiker QR Judi Online di Pesanggrahan Ditangkap, Polisi Buru Jaringan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:09 WIB

Terobosan Jenewa: AS dan Iran Sepakati Prinsip Panduan

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:58 WIB

Diplomasi Jenewa: Trump Desak Ukraina Segera Berdamai di Tengah Gempuran Rusia

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:42 WIB

Prostitusi Online via MiChat Terbongkar di Bogor, 5 Wanita dan 4 Pria Terjaring

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:02 WIB

Pemkot Depok Tetapkan Jam Kerja ASN Ramadan 1447 H, Ini Rinciannya

Berita Terbaru

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Terobosan Jenewa: AS dan Iran Sepakati Prinsip Panduan

Rabu, 18 Feb 2026 - 13:09 WIB