PM Mark Carney Luncurkan Rencana Pertahanan Setengah Triliun Dolar

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanada menata ulang kedaulatan. PM Mark Carney meluncurkan strategi industri pertahanan perdana yang bertujuan memutus ketergantungan pada perlindungan AS, sembari mempertegas perbedaan nilai fundamental dengan administrasi Donald Trump. Dok: Istimewa.

Kanada menata ulang kedaulatan. PM Mark Carney meluncurkan strategi industri pertahanan perdana yang bertujuan memutus ketergantungan pada perlindungan AS, sembari mempertegas perbedaan nilai fundamental dengan administrasi Donald Trump. Dok: Istimewa.

OTTAWA, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengambil langkah bersejarah untuk merombak arsitektur keamanan nasionalnya. Pada Selasa, ia meluncurkan rencana investasi militer bernilai miliaran dolar yang secara eksplisit bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Kanada pada Amerika Serikat.

Langkah ini merupakan respon langsung terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang petugas nilai telah merobek aliansi tradisional AS. Carney menegaskan bahwa Kanada tidak lagi bisa hanya mengandalkan perlindungan dari tetangga selatannya di dunia yang semakin berbahaya.

Investasi Raksasa dan Kedaulatan Industri

Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa strategi industri pertahanan ini mencakup total investasi lebih dari setengah triliun dolar Kanada (sekitar USD 366 miliar). Dana tersebut akan mengalir ke berbagai sektor strategis guna menjamin kemakmuran ekonomi dan kedaulatan negara.

Rincian pengeluaran tersebut mencakup 180 miliar dolar Kanada untuk pengadaan alutsista dan 290 miliar dolar Kanada untuk pembangunan infrastruktur pertahanan dan keamanan. Selain memperkuat militer, rencana ini pemerintah targetkan mampu menciptakan 125.000 karier dengan gaji tinggi bagi warga Kanada. “Kita telah terlalu lama bergantung pada geografi dan pihak lain untuk melindungi kita. Ketergantungan ini menciptakan kerentanan yang tidak bisa lagi kita pertahankan,” tegas Carney.

Baca Juga :  Bruno Fernandes Bongkar Borok Direksi MU dan Kritik Rekan Setim yang Tak Loyal

Benturan Nilai: Nasionalisme Sipil vs Kristen

Dalam pidatonya, Carney juga menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Munich minggu lalu. Ia menyoroti melebarnya jurang perbedaan nilai antara Ottawa dan Washington. Carney secara khusus mengkritik keinginan Washington untuk membela apa yang Rubio sebut sebagai “nasionalisme Kristen” dan peradaban Barat yang berbasis warisan leluhur tertentu.

Sebaliknya, Carney menegaskan bahwa “nasionalisme Kanada adalah nasionalisme sipil”. Ia menyatakan bahwa mandat pemerintahannya adalah membela hak setiap orang di negara yang luas dan beragam tersebut. Menurut Carney, saat ini sedang terjadi persaingan antara model nasionalisme sipil Kanada dengan bentuk nasionalisme lain yang lebih eksklusif di panggung global.

Aliansi Baru dengan Uni Eropa dan Asia

Meskipun merenggang dengan AS, Kanada tidak berniat mengisolasi diri. Pemerintah Carney justru secara aktif mengejar hubungan militer yang lebih erat dengan Uni Eropa. Di Munich, Ottawa secara resmi bergabung dengan program Security Action for Europe (SAFE) milik Uni Eropa. Langkah ini menjadikan Kanada sebagai satu-satunya anggota non-Eropa dalam skema pendanaan pertahanan blok tersebut.

Baca Juga :  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,3 Km ke Arah Kali Krasak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, PM Carney mengungkapkan harapannya untuk membuka peluang ekspor pertahanan baru di Asia, terutama dengan Korea Selatan. Ambisi utama Kanada adalah membangun basis industri pertahanan domestik yang kuat agar tidak pernah lagi menjadi “sandera” atas keputusan negara lain terkait keamanan nasional mereka.

Fokus pada Kedaulatan Arktik

Salah satu pilar utama strategi ini adalah penegakan kedaulatan Kanada di wilayah Arktik. Perubahan iklim yang mencairkan lapisan es di kutub utara telah membuka era baru kompetisi perebutan mineral kritis.

Kanada bertekad untuk memperkuat kehadiran militernya di wilayah utara guna melindungi sumber daya alam dan integritas teritorialnya dari klaim pihak asing. Dengan peluncuran strategi ini, Mark Carney mengirimkan pesan jelas bahwa Kanada kini bertransformasi menjadi mitra pilihan yang kuat dan mandiri di tengah pergeseran tatanan dunia baru.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB