MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Operasi pencarian terus digelar hingga Minggu dini hari, bahkan 400 personel SAR dikerahkan untuk mencari keberadaan pesawat yang membawa 11 orang tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono turut mengonfirmasi bahwa tiga pegawai KKP ikut dalam penerbangan yang hilang kontak.
Ketiganya tergabung dalam tim air surveillance PSDKP yang tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.
Wahyu menyebutkan nama dan jabatan tiga pegawai itu sebagai bagian dari tim operasi udara.
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dini hari dengan pembagian sektor dan tim sesuai medan di kawasan pegunungan Bantimurung, Leang-leang.
Basarnas memimpin operasi pencarian bersama TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, dan unsur lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencarian juga melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara dan upaya udara lain meski medan dan cuaca menjadi tantangan.
Kronologi Kontak Terputus
Pesawat hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, usai terbang dari Yogyakarta Adi Sucipto.
Air Traffic Control (ATC) sempat memberi arahan koreksi posisi karena pesawat tidak berada di jalur pendekatan semestinya.
Namun, setelah instruksi terakhir diterima, komunikasi pesawat terputus mendadak.
Belum lama ini, sejumlah serpihan yang diduga bagian pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Balusaraung, yang berada di wilayah pencarian.
Serpihan itu kemudian dievakuasi ke lokasi yang lebih aman oleh petugas.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin menyatakan kemungkinan besar pesawat telah jatuh dan meledak, setelah laporan suara ledakan dan titik api diterima dari area pencarian. (red)
Editor : Hadwan





















