SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID — Desakan mengusut tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo makin memanas.
Polda Jawa Timur resmi menaikkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan setelah gelar perkara menemukan dugaan kuat kelalaian pembangunan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, penyidik mengambil keputusan itu setelah memeriksa lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.
“Status kasus ini resmi naik jadi penyidikan sejak Kamis (9/10/2025),” tegasnya, Jumat (10/10/2025).
Panggil Saksi dan Ahli
Penyidik kini bersiap memanggil saksi kunci dan ahli struktur bangunan untuk memperkuat bukti pidana.
“Hasil pemeriksaan ahli akan jadi dasar pembuktian pidana,” jelas Jules.
BNPB menyatakan telah menemukan seluruh korban ambruknya musala di kompleks Ponpes Al Khoziny.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deputi III Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menjelaskan, tim berhasil mengevakuasi 61 jenazah utuh dan 7 potongan tubuh.
“Dua korban diduga bagian dari potongan tubuh yang ditemukan,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Ia menegaskan, reruntuhan kini sudah rata dengan tanah sehingga kecil kemungkinan masih ada korban.
Evakuasi Rampung
Direktur Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyebut tim gabungan telah mengevakuasi 67 kantong jenazah, termasuk 8 potongan tubuh.
“Evakuasi tuntas, kini fokus ke identifikasi korban oleh tim DVI Polri,” kata Yudhi.
Polda Jatim menelusuri indikasi kelalaian konstruksi dan pelanggaran izin bangunan.
“Penyidik akan memastikan siapa yang bertanggung jawab atas ambruknya bangunan hingga tewaskan puluhan santri,” tutup Jules. (red)












