JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan seorang pelajar berusia 15 tahun berakhir tragis di Jalan Sungai Tiram, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Sepeda motor yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk tangki hingga korban meninggal dunia di lokasi.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban saat itu membonceng sepeda motor yang dikendarai pelajar lainnya. Keduanya tengah melaju dari arah selatan menuju utara.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi petaka ketika pengendara motor mencoba menyalip kendaraan trailer yang bergerak searah di depannya.
Motor Tak Punya Cukup Ruang untuk Menyalip
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa mengatakan kecelakaan terjadi ketika sepeda motor mengambil sisi kanan untuk mendahului trailer.
“Setibanya di TKP, menyalip kendaraan trailer yang melaju searah di depannya dari sisi sebelah kanan,” kata Kharisma, Selasa (6/10/2026).
Masalah muncul ketika motor tidak memiliki cukup ruang untuk menyelesaikan manuver tersebut.
Dari arah berlawanan, sebuah truk tangki melaju. Motor akhirnya bertabrakan dengan kendaraan besar tersebut.
Benturan itu membuat perjalanan kedua pelajar tersebut seketika berubah menjadi kepanikan.
Teman Sebaya Luka, Penumpang Tak Tertolong
Kecelakaan itu merenggut nyawa penumpang motor yang masih berusia 15 tahun. “Korban meninggal dunia penumpang sepeda motor seorang pelajar,” ujar Kharisma.
Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Sementara itu, pengendara motor yang juga seorang pelajar mengalami luka. Polisi mencatat korban mengalami lecet pada lutut kanan dan memar pada bagian perut.
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan.
Bagi keluarga korban, kabar tersebut tentu menjadi pukulan berat. Usia korban yang masih belia membuat tragedi ini semakin menyisakan duka.
Menyalip Bukan Sekadar Soal Kecepatan
Kecelakaan tersebut kembali mengingatkan pengendara bahwa menyalip membutuhkan ruang yang benar-benar aman.
Pengendara harus memastikan jarak dengan kendaraan di depan cukup, sekaligus memperhitungkan keberadaan kendaraan dari arah berlawanan.
Terlebih ketika berhadapan dengan kendaraan besar seperti trailer dan truk tangki. Ukuran kendaraan dapat membuat jarak pandang dan ruang manuver pengendara motor semakin terbatas.
Karena itu, memaksakan diri menyalip dalam ruang sempit dapat berujung fatal.
Polisi Dalami Kecelakaan
Polisi masih menangani kecelakaan tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Keterangan pengendara, kondisi kendaraan, posisi kendaraan saat kejadian, serta situasi jalan menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.
Tragedi di Jalan Sungai Tiram itu kembali menyisakan pesan sederhana tetapi penting: lebih baik terlambat sampai tujuan daripada kehilangan nyawa di perjalanan.
Bagi seorang pelajar, perjalanan yang semestinya menjadi bagian dari rutinitas justru berakhir menjadi duka mendalam bagi keluarga. **
Editor : Hadwan













