Negosiasi Menegangkan Berbuah Hasil, ABK WNI Lolos dari Tangan Perompak Afrika

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Empat ABK WNI korban perompakan di perairan Gabon setelah berhasil dibebaskan. (Posnews/Ist)

Empat ABK WNI korban perompakan di perairan Gabon setelah berhasil dibebaskan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Operasi penyelamatan dramatis akhirnya membuahkan hasil. Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil membebaskan empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sebelumnya disandera perompak di perairan Gabon, Afrika Tengah.

Pembebasan para korban berlangsung menegangkan pada Kamis malam (5/3/2026) pukul 22.05 waktu setempat setelah proses negosiasi panjang dengan kelompok pembajak.

Saat ini, keempat ABK tersebut telah berada di Lagos, Nigeria setelah dijemput oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di Abuja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negosiasi Panjang dengan Perompak

Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI, Kolonel Agung Saptoadi, menjelaskan bahwa pembebasan sandera tidak terjadi secara instan.

Tim diplomasi dan keamanan harus melewati proses negosiasi yang panjang dan penuh tekanan.

Menurutnya, komunikasi intensif dengan para pembajak akhirnya mencapai titik terang pada 3 Maret 2026, hingga kesepakatan pembebasan sandera tercapai.

“Pembebasan para ABK terjadi setelah proses negosiasi panjang dengan para pembajak hingga akhirnya tercapai kesepakatan,” ujar Agung, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga :  AS Gempur ISIS di Nigeria, Balas Pembantaian Umat Kristen

Empat ABK Indonesia Termasuk dalam 9 Sandera yang Dibebaskan

Dalam proses pembebasan tersebut, total sembilan orang sandera berhasil dilepaskan oleh kelompok perompak. Empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia.

Keempat ABK WNI yang selamat dari penyanderaan itu yakni:

  • Abdul Azis
  • Aditia Permana
  • Mohamad Fardan Mubarok
  • Eka Trenggana

Setelah dibebaskan, tim Atase Pertahanan RI segera mengevakuasi mereka menuju Lagos untuk memastikan keamanan para korban.

Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Lagos

Selanjutnya, para ABK WNI ditempatkan di fasilitas penampungan aman di Lagos. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka setelah melewati masa penyanderaan yang menegangkan.

Pemeriksaan ini juga menjadi tahap penting sebelum proses pemulangan mereka ke Indonesia.

Operasi Penyelamatan Libatkan Banyak Pihak

Keberhasilan pembebasan sandera ini merupakan hasil koordinasi lintas negara yang cukup kompleks.

Baca Juga :  Mobil Oleng Tabrak 4 Gerobak dan 2 Motor di Jakarta Utara, 5 Korban Terluka

Operasi tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain:

  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abuja
  • Atase Pertahanan RI di Abuja
  • Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon
  • Perusahaan pelayaran IB Fish
  • Atase Pertahanan Tiongkok di Abuja
  • Komunitas Tiongkok di Lagos

Kerja sama internasional ini menjadi kunci keberhasilan negosiasi hingga para sandera akhirnya berhasil diselamatkan.

Ancaman Perompakan di Perairan Afrika

Kasus penyanderaan kapal di perairan Afrika Barat, termasuk wilayah sekitar Gabon dan Teluk Guinea, masih menjadi ancaman serius bagi pelayaran internasional.

Karena itu, pemerintah Indonesia terus meningkatkan koordinasi diplomatik dan keamanan untuk melindungi para pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal asing di kawasan tersebut.

Dengan pembebasan ini, keempat ABK Indonesia akhirnya terbebas dari ancaman perompak dan menunggu proses pemulangan ke Tanah Air. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib
Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi
Pemerintah Pastikan Seluruh Warga Berhak Bansos Masuk Sistem Perlinsos
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026
Aparat Bongkar Pengiriman Ilegal 100 Satwa Endemik Papua Lewat Jalur Laut
Gunakan Visa Turis untuk Cari Uang, 25 WNA Langsung Dideportasi
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:04 WIB

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:46 WIB

Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:31 WIB

Pemerintah Pastikan Seluruh Warga Berhak Bansos Masuk Sistem Perlinsos

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:56 WIB

Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Berita Terbaru

Eskalasi pertempuran di perbatasan. Israel membombardir wilayah Nabatieh di Lebanon Selatan saat Amerika Serikat dan Iran sedang merancang draf perdamaian komprehensif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:21 WIB

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Posnews/BPJPH)

NASIONAL

Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 16:56 WIB