Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Muscat berakhir pada Jumat dengan kesepakatan untuk melanjutkan dialog. Pejabat Iran menyebut pertemuan tersebut sebagai “awal yang baik” untuk meredakan krisis regional yang memuncak.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pertemuan berlangsung dalam atmosfer yang positif. Bahkan, ini merupakan dialog pertama kedua pihak sejak serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. “Oleh karena itu, kami akan melakukan konsultasi di Teheran terlebih dahulu sebelum memutuskan waktu putaran berikutnya,” ujar Araghchi.

Trump: “Mereka Sangat Ingin Membuat Kesepakatan”

Presiden Donald Trump menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Dari Washington, ia menyatakan bahwa perundingan berjalan sangat baik dan akan berlanjut awal pekan depan. Trump menilai Iran memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan diplomatik kali ini.

Baca Juga :  Donald Trump Berharap Kesepakatan di Tengah Ancaman Perang

Namun, Trump tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran. Ia menegaskan bahwa konsekuensi akan sangat berat jika Iran gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. Di meja perundingan, delegasi Iran secara terbuka menolak tuntutan “zero enrichment”. Meskipun demikian, kedua pihak mulai fokus mendiskusikan pengenceran (dilution) stok uranium Iran yang ada sebagai titik tengah.

Sinyal Kontradiktif: Sanksi Baru Saat Berunding

Namun, di saat diplomasi menunjukkan kemajuan, Washington justru mengirimkan sinyal yang bertolak belakang. Tak lama setelah pembicaraan berakhir, pemerintah AS mengumumkan sanksi baru yang menargetkan sektor perdagangan minyak Iran.

Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi terhadap 15 entitas, dua individu, dan 14 kapal “armada bayangan” (shadow fleet). Pemerintah AS mengambil langkah ini sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimal (maximum pressure) untuk menekan ekspor petrokimia Iran. Sebagai respon, Araghchi menekankan bahwa prasyarat utama dialog yang sukses adalah penghentian ancaman dan tekanan dari pihak AS.

Baca Juga :  Pelantikan Pejabat Baru BNN, Kombes Dedy Tabrani Naik Jadi Kepala BNN Kalteng

Dukungan Regional dan Harapan PBB

Dunia internasional menyambut hangat dimulainya kembali jalur diplomasi ini. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap dialog tersebut mampu mencegah krisis yang lebih luas di Timur Tengah. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Irak juga menyatakan dukungan penuh mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menegaskan bahwa solusi diplomatik antara AS dan Iran sangat penting bagi stabilitas kawasan. Senada dengan itu, Mesir menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah ini. Bahkan, para ahli mencatat bahwa meskipun tingkat ketidakpercayaan masih sangat tinggi, ketiadaan pesan permusuhan pasca-negosiasi memberikan jendela peluang bagi perdamaian jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

John Field Bos PT Blueray Menyerahkan Diri ke KPK, OTT Suap Impor Bea Cukai Terbongkar
Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna
China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar
Konsulat Baru di Nuuk Jadi Simbol Perlawanan dan Solidaritas Inuit
Munajat Keselamatan Bangsa, Presiden Prabowo Bersama 58 Ribu Jamaah di Istiqlal
Parkiran Mal Jadi Lokasi Transaksi, Bareskrim Bongkar Vape Etomidate dari Lapas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Guyur Jabodetabek 7–8 Februari 2026, Warga Diminta Waspada
Pembunuh Anak Politikus PKS Cilegon Ajukan Praperadilan, Uji Penetapan Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:41 WIB

John Field Bos PT Blueray Menyerahkan Diri ke KPK, OTT Suap Impor Bea Cukai Terbongkar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:28 WIB

Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:22 WIB

China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:20 WIB

Konsulat Baru di Nuuk Jadi Simbol Perlawanan dan Solidaritas Inuit

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:13 WIB

Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Berita Terbaru

Melawan stigma identitas. Mantan PM Inggris Rishi Sunak menegaskan bahwa menjadi

INTERNASIONAL

Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna

Sabtu, 7 Feb 2026 - 15:28 WIB

Teknologi penjaga jalan. Sistem

INTERNASIONAL

China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Sabtu, 7 Feb 2026 - 14:22 WIB

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:13 WIB