Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan sekadar jeda. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menuntut pengakhiran perang secara permanen dan komprehensif, menolak segala bentuk gencatan senjata sementara tanpa jaminan keamanan. Dok: Istimewa.

Bukan sekadar jeda. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menuntut pengakhiran perang secara permanen dan komprehensif, menolak segala bentuk gencatan senjata sementara tanpa jaminan keamanan. Dok: Istimewa.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Muscat berakhir pada Jumat dengan kesepakatan untuk melanjutkan dialog. Pejabat Iran menyebut pertemuan tersebut sebagai “awal yang baik” untuk meredakan krisis regional yang memuncak.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pertemuan berlangsung dalam atmosfer yang positif. Bahkan, ini merupakan dialog pertama kedua pihak sejak serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. “Oleh karena itu, kami akan melakukan konsultasi di Teheran terlebih dahulu sebelum memutuskan waktu putaran berikutnya,” ujar Araghchi.

Trump: “Mereka Sangat Ingin Membuat Kesepakatan”

Presiden Donald Trump menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Dari Washington, ia menyatakan bahwa perundingan berjalan sangat baik dan akan berlanjut awal pekan depan. Trump menilai Iran memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan diplomatik kali ini.

Baca Juga :  LDP Raih Kemenangan Telak dan Siap Amandemen Konstitusi

Namun, Trump tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran. Ia menegaskan bahwa konsekuensi akan sangat berat jika Iran gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. Di meja perundingan, delegasi Iran secara terbuka menolak tuntutan “zero enrichment”. Meskipun demikian, kedua pihak mulai fokus mendiskusikan pengenceran (dilution) stok uranium Iran yang ada sebagai titik tengah.

Sinyal Kontradiktif: Sanksi Baru Saat Berunding

Namun, di saat diplomasi menunjukkan kemajuan, Washington justru mengirimkan sinyal yang bertolak belakang. Tak lama setelah pembicaraan berakhir, pemerintah AS mengumumkan sanksi baru yang menargetkan sektor perdagangan minyak Iran.

Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi terhadap 15 entitas, dua individu, dan 14 kapal “armada bayangan” (shadow fleet). Pemerintah AS mengambil langkah ini sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimal (maximum pressure) untuk menekan ekspor petrokimia Iran. Sebagai respon, Araghchi menekankan bahwa prasyarat utama dialog yang sukses adalah penghentian ancaman dan tekanan dari pihak AS.

Baca Juga :  Menakar Tren Friend-shoring dan Near-shoring di Tahun 2026

Dukungan Regional dan Harapan PBB

Dunia internasional menyambut hangat dimulainya kembali jalur diplomasi ini. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap dialog tersebut mampu mencegah krisis yang lebih luas di Timur Tengah. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Irak juga menyatakan dukungan penuh mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menegaskan bahwa solusi diplomatik antara AS dan Iran sangat penting bagi stabilitas kawasan. Senada dengan itu, Mesir menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah ini. Bahkan, para ahli mencatat bahwa meskipun tingkat ketidakpercayaan masih sangat tinggi, ketiadaan pesan permusuhan pasca-negosiasi memberikan jendela peluang bagi perdamaian jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontingen Misi Perdamian Indonesia di Libanon Diserang Israel, 1 Prajurit Gugur, 3 Terluka
Hindari Macet Parah di GBK, Polisi Siaga – Suporter Garuda Akan Padati SUGBK Malam Ini
Strategi John Herdman Redam Sayap Bulgaria, Timnas Indonesia Siap Menggila di GBK
Mayat Mutilasi Disimpan di Freezer Bekasi, Polisi Cari Potongan Tubuh yang Hilang
Kondisi Mata Kritis, KemenHAM Turun Tangan Pantau Perawatan Intensif Aktivis Andrie Yunus
Kejagung Bongkar Dugaan Keterlibatan Pejabat di Kasus Tambang Ilegal Samin Tan
9 Jenderal Gugat Ditreskrimum Polda Metro, Sidang Perdana 6 April 2026 di PN Jaksel
Amukan Mengerikan di Grobogan, Pria Diduga ODGJ Bacok 6 Warga – Darah Berceceran

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:37 WIB

Kontingen Misi Perdamian Indonesia di Libanon Diserang Israel, 1 Prajurit Gugur, 3 Terluka

Senin, 30 Maret 2026 - 09:46 WIB

Hindari Macet Parah di GBK, Polisi Siaga – Suporter Garuda Akan Padati SUGBK Malam Ini

Senin, 30 Maret 2026 - 09:19 WIB

Strategi John Herdman Redam Sayap Bulgaria, Timnas Indonesia Siap Menggila di GBK

Senin, 30 Maret 2026 - 08:56 WIB

Mayat Mutilasi Disimpan di Freezer Bekasi, Polisi Cari Potongan Tubuh yang Hilang

Senin, 30 Maret 2026 - 08:18 WIB

Kondisi Mata Kritis, KemenHAM Turun Tangan Pantau Perawatan Intensif Aktivis Andrie Yunus

Berita Terbaru