Operasi Lilin Nataru 2025–2026 Berakhir, Polri Lanjutkan KRYD Antisipasi Arus Balik

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memantau arus balik Natal dan Tahun Baru di Command Center Jasa Marga. (Posnews/Ist)

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memantau arus balik Natal dan Tahun Baru di Command Center Jasa Marga. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengumumkan berakhirnya Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, pada Jumat (2/1/2026).

Polri langsung melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026 untuk memastikan arus balik aman dan lancar.

Dedi memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 4 Januari 2026. “Operasi Lilin 2025 yang berakhir hari ini akan diteruskan dengan KRYD hingga 5 Januari.

Langkah ini mengantisipasi puncak arus balik masyarakat,” ujar Dedi di Command Center Toll Road Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel Polri, TNI, dan pemangku kepentingan yang bersinergi mengamankan rangkaian Nataru 2025–2026. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta arus lalu lintas terpantau aman dan kondusif.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Hadapi Aksi Anarkis di Sejumlah Wilayah

Arus Kendaraan Nataru

Berdasarkan data sementara, sekitar 2,9 juta kendaraan meninggalkan Jakarta dan 2,8 juta kendaraan kembali masuk selama periode Nataru.

Total, 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama: Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengurangi kemacetan, Polri menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem ganjil-genap, contraflow, dan one way.

Seluruh kebijakan disosialisasikan masif agar masyarakat melakukan perjalanan aman dan nyaman.

Baca Juga :  PM Takaichi Pertaruhkan Hubungan Jepang-China Tanpa Komeito

Personel Siaga di Lapangan

Selama Operasi Lilin 2025, Polri menurunkan 146.701 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait, serta menyiagakan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Puluhan ribu objek vital juga mendapat pengamanan ekstra.

Dedi mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan memanfaatkan hotline Polri 110 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan arus balik.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama Polri. Dengan KRYD, kita pastikan perjalanan pulang Natal dan Tahun Baru aman, tertib, dan nyaman,” pungkas Dedi.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB