CAPE TOWN, POSNEWS.CO.ID – Pasangan suami istri asal Afrika Selatan menyaksikan pemandangan langka di lautan lepas.
Penemuan Supergroup 299 Paus Bungkuk
Chris Fallows dan Monique Fallows menemukan kawanan raksasa paus bungkuk di pesisir barat.
Mereka menghitung secara cermat sebanyak 299 ekor paus bungkuk berkumpul dalam satu area.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para ilmuwan kelautan mengategorikan fenomena kumpulan raksasa ini sebagai supergroup.
Chris menggambarkan semburan napas paus yang membumbung tinggi menyerupai gedung pencakar langit.
Monique mengabadikan foto sirip ekor setiap paus guna mengidentifikasi identitas individu.
Lembaga verifikasi data global Happywhale mengonfirmasi rekor jumlah kawanan paus bungkuk tersebut.
Kebangkitan Populasi dan Moratorium 1986
Pemandangan mengagumkan ini menandai keberhasilan program perlindungan mamalia laut internasional.
Moratorium perburuan paus komersial tahun 1986 membuahkan hasil yang sangat positif.
Populasi paus bungkuk di belahan bumi selatan kini melampaui angka 100.000 ekor.
Padahal populasi mamalia ini sempat merosot drastis di bawah 10.000 ekor.
Peneliti Whale Unit Universitas Pretoria Els Vermeulen memberikan penjelasan ilmiah.
Vermeulen mencatat kemunculan kembali supergroup paus bungkuk sejak tahun 2012 lalu.
Paus bungkuk berkumpul di area kaya nutrisi guna mengonsumsi udang krill dan ikan kecil.
Suara panggilan keras di bawah air menarik kehadiran paus-paus lain ke lokasi.
Ancaman Baru Jalur Pelayaran Terusan Suez
Meskipun populasi membaik, para ahli memperingatkan munculnya bahaya baru di lautan.
Eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah mengancam keselamatan mamalia laut ini.
Serangan di Laut Merah dan Selat Hormuz memaksa kapal kargo mengalihkan jalur pelayaran.
Volume lalu lintas kapal di ujung selatan Afrika melonjak hingga empat kali lipat.
Manajer Lingkungan Pesisir Cape Town Gregg Oelofse menyoroti peningkatan risiko tabrakan kapal.
Hantaman balisting dan baling-baling kapal sering melukai tubuh paus hingga tewas terdampar.
Oleh karena itu, para ilmuwan mendesak pemerintah menetapkan batas kecepatan kapal di pesisir.
Aturan ini bertujuan memberikan waktu bagi nakhoda untuk menghindari kawanan paus.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













