Pelaku Copet iPhone Dikalungi Tulisan “Saya Copet” di Arak Keliling Tanah Abang

Selasa, 21 April 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku copet perempuan diarak di kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna Stasiun Tanah Abang dengan tulisan “saya copet” setelah tertangkap. (Posnews/Instagram)

Pelaku copet perempuan diarak di kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna Stasiun Tanah Abang dengan tulisan “saya copet” setelah tertangkap. (Posnews/Instagram)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi copet di kawasan pusat bisnis Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali bikin heboh.

Seorang perempuan berinisial ES, warga Bekasi, tertangkap basah mencuri ponsel di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Alih-alih langsung dibawa ke kantor polisi, pelaku justru diarak keliling dengan kalung tulisan “saya copet”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengungkapkan kejadian berlangsung pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat lokasi dipadati pengunjung.

Pelaku memanfaatkan situasi ramai. Saat korban asyik berbelanja sambil menunggu kereta, ES diduga menyelip dan mengambil iPhone dari dalam tas korban tanpa disadari.

Baca Juga :  Strategi Dua Jalur Teheran: Tindakan Keras Domestik

“Korban baru sadar setelah ponselnya hilang saat berada di keramaian,” jelas Dhimas, Selasa (21/4/2026).

Dikejar, Ditangkap Sekuriti

Begitu menyadari kehilangan, korban langsung panik dan meminta bantuan petugas keamanan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi di sekitar JPM.

Dengan sigap, sekuriti bernama Abizar dan Dodi berhasil mengamankan pelaku sebelum sempat kabur jauh.

Alih-alih langsung diserahkan ke polisi, pengelola JPM mengambil langkah tak biasa. Mereka mengalungkan papan bertuliskan “saya copet” ke leher pelaku, lalu mengaraknya keliling area stasiun.

Aksi ini disebut sebagai bentuk efek jera sekaligus peringatan keras bagi pengunjung agar lebih waspada terhadap copet di area padat.

Baca Juga :  Penganiayaan Brutal di Depok, Buruh Harian Tewas Diduga Dihajar Oknum TNI AL

Tak Diproses Hukum, Korban Enggan Lapor

Meski sempat diamankan, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Polisi tidak menahan pelaku karena korban memilih tidak membuat laporan.

“Korban buru-buru pulang kampung dan sudah menerima kembali barangnya,” ujar Dhimas.

Setelah itu, pengelola mengembalikan pelaku ke pihak internal tanpa proses hukum lebih lanjut.

Insiden ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kawasan padat seperti Stasiun Tanah Abang rawan aksi kejahatan jalanan.

Masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga barang berharga saat berada di keramaian. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS
LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional
Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri
Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:42 WIB

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Berita Terbaru

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:48 WIB

Eskalasi berbahaya di Teluk. Pemerintah Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat menyusul gempuran udara AS di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:42 WIB

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:36 WIB