Penganiayaan Brutal di Depok, Buruh Harian Tewas Diduga Dihajar Oknum TNI AL

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID — Penganiayaan brutal terjadi di Gang Swadaya Emas, Sukatani, Tapos, Kota Depok. Dua pria menjadi korban, satu di antaranya tewas mengenaskan.

Korban berinisial WAT (24) meninggal dunia, sementara DN (39) selamat namun kritis. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari dan langsung menggegerkan warga sekitar.

Polisi mengungkap, kasus ini terbongkar setelah Polsek Cimanggis menerima laporan sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, dua pria ditemukan terkapar penuh luka di dalam mobil boks.

Petugas segera mengevakuasi korban ke RS Brimob. Namun nahas, nyawa WAT tak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Sementara DN masih menjalani perawatan intensif.

“Korban meninggal berinisial WAT, buruh harian lepas, warga Pondok Cina, Beji. Korban lainnya DN, seorang tukang parkir, mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Sabtu (3/1/2026).

Pelaku Diduga Oknum TNI AL

Lebih lanjut, polisi mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku penganiayaan maut ini diduga oknum anggota TNI Angkatan Laut berpangkat Serda.

Baca Juga :  Heboh, Atap Lapangan Padel di Meruya Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

“Pelaku penganiayaan diduga anggota TNI AL dan sudah diamankan Polisi Militer Angkatan Laut,” tegas Made Budi.

Saat ini, penanganan pelaku berada di bawah kewenangan POM AL, sementara Polres Metro Depok terus berkoordinasi untuk pengembangan perkara.

Di sisi lain, keluarga korban telah membuat laporan resmi. Polisi kini memeriksa saksi-saksi dan mendalami motif di balik aksi kekerasan yang menewaskan satu orang tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik. Aparat diminta mengusut tuntas dan membuka perkara secara transparan demi keadilan bagi korban.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan
Prabowo Minta Danantara Bantu Lanjutkan LRT Jakarta ke JIS dan Whoosh
49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan
Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita
Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan
Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan
Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim
Gara-gara Tiket Pulang Palsu, 5 WNA Terbongkar Kelola Judi Online

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:26 WIB

Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan

Rabu, 16 September 2026 - 09:31 WIB

Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita

Rabu, 16 September 2026 - 07:26 WIB

Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan

Rabu, 16 September 2026 - 05:56 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB