Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

BRITISH COLUMBIA, POSNEWS.CO.ID – Sebuah tragedi memilukan mengguncang kota terpencil Tumbler Ridge di kaki Pegunungan Rocky, Kanada. Sembilan orang tewas setelah seorang pelaku melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah pada Selasa siang (10/2/2026).

Insiden ini tercatat sebagai salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Pihak kepolisian menemukan enam jenazah di dalam sekolah. Selain itu, petugas menemukan dua jenazah lainnya di sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Satu korban lagi mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Identitas Pelaku dan Kronologi Kejadian

Pihak Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menemukan tersangka sudah tidak bernyawa di area sekolah. Polisi menduga pelaku tewas akibat luka yang ia timbulkan sendiri. Sebelumnya, otoritas mengeluarkan peringatan dini yang mendeskripsikan pelaku sebagai seorang wanita yang mengenakan gaun dan berambut cokelat.

Baca Juga :  Ayu Puspita Dewi dan Pegawainya di Tahan, Uang Klien Digunakan Liburan ke luar negeri

Laporan penembakan pertama kali masuk pada pukul 13.20 waktu setempat. Otoritas segera mengeluarkan perintah kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah dan mengunci pintu. Beruntung, polisi berhasil mengevakuasi sekitar 100 siswa dan staf sekolah dengan selamat. Hingga saat ini, tim penyelidik masih bekerja keras untuk mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.

Respons Nasional: Mark Carney Batalkan Agenda Jerman

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengaku sangat terpukul oleh kabar tersebut. Melalui pernyataan resminya, ia menyatakan rasa duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban. Oleh karena itu, Carney memutuskan untuk membatalkan rencana perjalanannya ke Jerman guna menghadiri Konferensi Keamanan Munich.

“Kemampuan kita untuk bersatu dalam krisis adalah hal terbaik dari negara kita,” ujar Carney. Senada dengan itu, Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang tidak terbayangkan. Ia menegaskan bahwa kejadian semacam ini seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah yang damai.

Baca Juga :  Gudang Dekorasi Pesta di Jaktim Terbakar, 15 Karyawan Selamat – Kerugian Rp1,7 Miliar

Rekam Jejak Keamanan dan Dampak Komunitas

Kanada memiliki undang-undang senjata api yang sangat ketat dibandingkan Amerika Serikat. Namun, penembakan di Tumbler Ridge ini kini menjadi penembakan sekolah paling mematikan kedua di Kanada. Posisi pertama masih diduduki oleh tragedi L’Ecole Polytechnique tahun 1989 yang menewaskan 14 orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komunitas kecil berpenduduk kurang dari 2.500 jiwa ini kini menghadapi tantangan psikologis yang besar. Distrik Tumbler Ridge mendesak warga untuk saling menjaga dan memanfaatkan layanan konseling yang tersedia. Sekolah akan tetap tutup selama sisa pekan ini guna memberikan ruang bagi proses penyelidikan dan pemulihan mental bagi para siswa serta staf pengajar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB