BRITISH COLUMBIA, POSNEWS.CO.ID – Sebuah tragedi memilukan mengguncang kota terpencil Tumbler Ridge di kaki Pegunungan Rocky, Kanada. Sembilan orang tewas setelah seorang pelaku melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah pada Selasa siang (10/2/2026).
Insiden ini tercatat sebagai salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Pihak kepolisian menemukan enam jenazah di dalam sekolah. Selain itu, petugas menemukan dua jenazah lainnya di sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Satu korban lagi mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Identitas Pelaku dan Kronologi Kejadian
Pihak Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menemukan tersangka sudah tidak bernyawa di area sekolah. Polisi menduga pelaku tewas akibat luka yang ia timbulkan sendiri. Sebelumnya, otoritas mengeluarkan peringatan dini yang mendeskripsikan pelaku sebagai seorang wanita yang mengenakan gaun dan berambut cokelat.
Laporan penembakan pertama kali masuk pada pukul 13.20 waktu setempat. Otoritas segera mengeluarkan perintah kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah dan mengunci pintu. Beruntung, polisi berhasil mengevakuasi sekitar 100 siswa dan staf sekolah dengan selamat. Hingga saat ini, tim penyelidik masih bekerja keras untuk mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Respons Nasional: Mark Carney Batalkan Agenda Jerman
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengaku sangat terpukul oleh kabar tersebut. Melalui pernyataan resminya, ia menyatakan rasa duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban. Oleh karena itu, Carney memutuskan untuk membatalkan rencana perjalanannya ke Jerman guna menghadiri Konferensi Keamanan Munich.
“Kemampuan kita untuk bersatu dalam krisis adalah hal terbaik dari negara kita,” ujar Carney. Senada dengan itu, Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang tidak terbayangkan. Ia menegaskan bahwa kejadian semacam ini seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah yang damai.
Rekam Jejak Keamanan dan Dampak Komunitas
Kanada memiliki undang-undang senjata api yang sangat ketat dibandingkan Amerika Serikat. Namun, penembakan di Tumbler Ridge ini kini menjadi penembakan sekolah paling mematikan kedua di Kanada. Posisi pertama masih diduduki oleh tragedi L’Ecole Polytechnique tahun 1989 yang menewaskan 14 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komunitas kecil berpenduduk kurang dari 2.500 jiwa ini kini menghadapi tantangan psikologis yang besar. Distrik Tumbler Ridge mendesak warga untuk saling menjaga dan memanfaatkan layanan konseling yang tersedia. Sekolah akan tetap tutup selama sisa pekan ini guna memberikan ruang bagi proses penyelidikan dan pemulihan mental bagi para siswa serta staf pengajar.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















