YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Seorang pria dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka serius setelah ia menjadi korban pengeroyokan brutal di daerah Timoho, Yogyakarta, pada Kamis malam (6/11/2025). Polisi menduga kuat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini berawal dari kesalahpahaman sepele di lampu merah.
Korban, yang identitasnya masih polisi rahasiakan demi keamanan, mendapat serangan dari sekelompok orang yang saksi perkirakan berjumlah sekitar sepuluh orang.
Kronologi: Berawal dari Sapaan “Kenapa?”
Menurut informasi yang saksi mata kumpulkan, kejadian bermula saat korban hendak membeli makan. Saat itu, ia berhenti di perempatan lampu merah Timoho.
Di lokasi tersebut, korban melihat seorang pria tak dikenal berhenti di dekatnya. Korban kemudian berinisiatif bertanya, “Kenapa, Bang?”
Nahas, sapaan tersebut mendapat tanggapan provokatif dari pria itu. “Kenapa laso?” jawab pria tersebut, menggunakan umpatan yang memancing keributan.
Tidak lama kemudian, sekelompok orang yang diduga sebagai rekan pria tersebut, berjumlah sekitar sepuluh orang, tiba-tiba datang ke lokasi. Mereka langsung menyerang korban secara membabi buta.
Dikejar dan Dihajar di Dalam Warung
Mendapat serangan mendadak, korban berusaha menyelamatkan diri. Kemudian, ia berlari ke sebuah warung makan (warmindo) terdekat untuk mencari perlindungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, para pelaku tidak berhenti. Mereka terus mengejar korban hingga masuk ke dalam warung tersebut. Pengeroyokan brutal pun berlanjut di dalam warmindo. Bahkan, pengunjung dan pemilik warung yang ketakutan menyaksikan aksi tersebut. Setelah puas menghajar korban, para pelaku melarikan diri.
Setelah itu, warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melarikan korban yang mengalami luka serius.
Polisi Buru 10 Pelaku
Kasus ini kini telah masuk dalam penanganan penuh pihak kepolisian. Aparat telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk di warmindo.
Polisi mengonfirmasi insiden tersebut. Saat ini, mereka tengah melakukan penyelidikan intensif serta pengejaran terhadap para pelaku. Polisi mengklaim sudah mulai mengantongi identitas mereka.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan di Yogyakarta. Oleh karena itu, pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, waspada, dan sedapat mungkin menghindari konfrontasi di jalan yang berpotensi memicu tindak kriminalitas.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















