POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pentagon mengonfirmasi rencana penayangan siaran langsung eksekusi mati Nidal Malik Hasan.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth memastikan masyarakat luas dapat menyaksikan proses eksekusi penembak Fort Hood tersebut.
Selain itu, Angkatan Darat Amerika Serikat merencanakan jadwal eksekusi tim tembak pada 3 Desember mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, pengadilan militer menyatakan Hasan bersalah atas pembunuhan 13 orang serta melukai 32 korban lainnya.
Oleh karena itu, eksekusi ini menjadi tindakan hukuman mati militer pertama dalam kurun 65 tahun terakhir.
Perdebatan Hukum dan Respon Para Pakar
Namun, keputusan penayangan langsung proses eksekusi ini memicu perdebatan sengit di antara para ahli hukum.
Sebagian pakar menilai penayangan transparan ini mampu memberikan pemahaman utuh mengenai proses hukuman mati.
Meskipun demikian, pakar lain mengkritik langkah pemerintah yang terkesan menjadikan eksekusi sebagai sebuah tontonan.
Sementara itu, Hasan memiliki hak mengajukan petisi ke pengadilan sipil guna menunda pelaksanaan eksekusi tersebut.
Selain itu, pengacara Hasan mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi kesehatan fisik sang klien jelang hari eksekusi.
Rekam Jejak Insiden Penembakan Massal 2009
Sebagai catatan, Hasan merupakan mantan psikiater Angkatan Darat Amerika Serikat yang berpangkat mayor.
Pada November 2009, Hasan melancarkan aksi penembakan brutal saat para prajurit menjalani pemeriksaan medis.
Aksi penembakan tersebut menyebabkan Hassan mengalami kelumpuhan setelah tembakan petugas kepolisian menembus punggungnya.
Selanjutnya, Presiden Donald Trump memberikan persetujuan akhir atas pelaksanaan eksekusi mati terhadap Hasan.
Oleh sebab itu, militer Amerika Serikat menyiapkan seluruh prosedur teknis pelaksanaan eksekusi tim tembak tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













