Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan tanpa akhir di Gaza. Serangan udara dan artileri militer Israel merenggut lebih dari seribu korban jiwa baru sejak kesepakatan damai sementara musim gugur lalu. Dok: Istimewa

Ketegangan tanpa akhir di Gaza. Serangan udara dan artileri militer Israel merenggut lebih dari seribu korban jiwa baru sejak kesepakatan damai sementara musim gugur lalu. Dok: Istimewa

LISBON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Portugal bersama dua puluh negara lainnya menandatangani pernyataan sikap bersama pada hari Selasa kemarin. Sebab, mereka merasa sangat prihatin terhadap kondisi bencana kemanusiaan yang mengerikan pada wilayah Gaza.

Pernyataan bersama ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Komisaris Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis Uni Eropa. Oleh karena itu, koalisi internasional ini mendesak pemulihan segera atas hak-hak dasar warga sipil Palestina.

Bantuan Kemanusiaan Sangat Minim dan Terbatas

Kementerian Luar Negeri Portugal membagikan dokumen pernyataan sikap bersama ini melalui saluran media sosial resmi mereka. Sementara itu, Pemerintah Belanda bertindak sebagai koordinator utama dalam penyusunan draf tuntutan kemanusiaan ini.

Negara-negara penandatangan menegaskan bahwa pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza masih sangat jauh dari kata layak. Akibatnya, hampir seluruh warga sipil pada wilayah Gaza kini sangat bergantung pada bantuan darurat luar negeri.

Pernyataan bersama ini menuliskan bahwa bantuan kemanusiaan masih sangat tidak memadai, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, keterlambatan pengiriman obat-obatan kian memperburuk tingkat harapan hidup pasien pada rumah sakit setempat.

Kewajiban Mematuhi Hukum Internasional

Koalisi internasional ini mendesak Israel untuk mematuhi seluruh kewajiban hukum humaniter internasional secara konsisten. Sebab, seluruh organisasi kemanusiaan dunia harus mendapatkan kebebasan penuh untuk menyalurkan bantuan tanpa adanya hambatan militer.

Koalisi ini menegaskan bahwa Israel wajib menjamin kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan secara cepat dan aman. Dengan demikian, Israel harus menghentikan segala bentuk tindakan yang menghalangi masuknya truk pasokan makanan pada perbatasan.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap Kurir Vape Narkoba di Tangerang, Bandar Besar Masuk DPO

Penolakan Atas Aturan Pembatasan Baru

Negara-negara sekutu juga menyoroti keputusan Mahkamah Agung Israel mengenai undang-undang pendaftaran organisasi non-pemerintah internasional. Namun, mereka menilai aturan baru ini hanya akan membatasi ruang gerak lembaga bantuan internasional pada Palestina.

Kebijakan hukum Israel ini berisiko melumpuhkan operasional bantuan kemanusiaan pada wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Oleh sebab itu, koalisi mendesak pemerintah Israel untuk membatalkan penerapan aturan pendaftaran ini secara permanen.

Pada akhirnya, dunia internasional menuntut tindakan nyata dari Israel untuk mencegah kepunahan massal warga sipil pada Gaza.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru