JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Keluarga korban yang tewas akibat kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat masih menyisakan trauma mendalam. Mereka masih tidak percaya atas apa yang menimpa sanak saudaranya.
Polda Metro Jaya bergerak cepat menangani dampak psikologis keluarga korban tragedi kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat.
Melalui Bagian Psikologi Biro SDM, kepolisian menurunkan tim pendampingan psikologis untuk memberikan dukungan penuh di tengah situasi mencekam dan penuh ketidakpastian.
Tim pendampingan langsung bertugas di RS Polri Kramat Jati sejak keluarga korban berdatangan untuk mencari informasi terkait kondisi anggota keluarga yang menjadi korban.
Sebanyak 10 personel psikologi, terdiri dari psikolog dan konselor, dikerahkan untuk memberikan psychological first aid (PFA), dukungan emosional, hingga penanganan awal psikologis.
Para petugas aktif menenangkan keluarga yang menunggu proses identifikasi oleh Tim DVI Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dilakukan agar keluarga korban tetap kuat dan stabil menghadapi setiap tahap identifikasi yang membutuhkan ketenangan.
“Kami Pastikan Keluarga Tetap Tenang”
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif.
“Tim kami hadir sejak awal untuk memastikan keluarga korban mendapatkan ketenangan, pendampingan, serta dukungan psikologis yang diperlukan selama menunggu informasi resmi,” ujarnya, Selasa (09/12/25).
Menurutnya, komunikasi yang tepat sejak awal menjadi kunci agar keluarga tidak tenggelam dalam kecemasan berlebihan.
Tekanan Psikologis Tinggi, Pendampingan Humanis Diutamakan
Proses identifikasi yang masih berlangsung meningkatkan tekanan psikologis, khususnya bagi keluarga yang menunggu kabar dari orang terdekat.
Karena itu, Polda menerapkan pendekatan empatik, komunikasi terapeutik, dan pendampingan humanis untuk menjaga kondisi emosional para keluarga.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan menyeluruh, mulai dari identifikasi korban, dukungan medis, hingga pemulihan mental keluarga.
Pendampingan psikologis akan terus dilakukan hingga seluruh proses resmi dinyatakan selesai. (red)





















