POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kepolisian Inggris menangkap seorang pria berusia 22 tahun di kawasan Westminster, London.
Pasalnya, aparat keamanan menduga pemuda tersebut menyiapkan aksi terorisme terhadap pangkalan udara RAF Fairford.
Selain itu, penangkapan ini menambah jumlah tersangka menjadi tujuh orang dalam penyelidikan plot teror tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, detektif kepolisian Inggris terus bekerja keras mengungkap motif utama di balik ancaman pangkalan militer.
Namun, pihak berwenang tetap merahasiakan rincian identitas seluruh tersangka demi kelancaran proses investigasi hukum.
Amerika Serikat Memindahkan Armada Pesawat Pembom B-1
Sementara itu, militer Amerika Serikat memindahkan seluruh armada pesawat pembom B-1 dari pangkalan tersebut.
Sebab, Presiden Donald Trump enggan mengambil risiko keselamatan personel militer AS akibat munculnya ancaman musuh.
Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat mengembalikan unit pesawat pembom tersebut menuju pangkalan asal.
Meskipun demikian, Perdana Menteri Andy Burnham menjamin pangkalan udara RAF Fairford tetap berada dalam kondisi aman.
Maka dari itu, aparat kepolisian meningkatkan patroli keamanan di sekitar kawasan pangkalan udara militer Inggris.
Dugaan Keterlibatan Jaringan Iran dalam Aksi Teror
Di samping itu, Perdana Menteri Andy Burnham menemukan indikasi kuat keterlibatan pihak Iran dalam plot tersebut.
Akibatnya, hubungan diplomasi antara Inggris dan Iran semakin memanas di tengah ketegangan wilayah Timur Tengah.
Selanjutnya, pihak Iran membantah keras tuduhan keterlibatan mereka atas rencana serangan terhadap pangkalan militer.
Maka, aparat keamanan Inggris meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mengantisipasi potensi serangan susulan dari kelompok teror.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













