Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa "Annual Frost" atau embun beku tahunan menjadi salah satu kunci pembeda kemakmuran bangsa, sebuah teka-teki yang telah membingungkan para ahli selama berabad-abad. Dok: AP News.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Inspirasi sering kali datang dari tempat yang tidak terduga. Bagi Dr. William Masters, pencerahan tersebut muncul saat ia membaca sejarah epidemi demam kuning di Philadelphia pada tahun 1793. Wabah yang melumpuhkan kota tersebut berakhir seketika saat embun beku (frost) pertama tiba dan membasmi serangga pembawa virus.

Peristiwa sejarah tersebut memicu pertanyaan besar: Jika cuaca mampu menentukan nasib sebuah kota, mungkinkah iklim menjadi kunci kekayaan sebuah bangsa? Oleh karena itu, Masters melakukan riset selama dua tahun dan meyakini bahwa ia telah menemukan potongan teka-teki mengapa kita menemukan hampir seluruh negara industri maju di garis lintang atas 40 derajat.

Batas Lima Hari: Penentu Kemakmuran

Masters dan McMillan melakukan analisis mendalam dengan menggabungkan data pendapatan rata-rata negara dengan data iklim dari University of East Anglia. Hasilnya menunjukkan sebuah pola yang sangat konsisten: negara-negara yang memiliki lima hari atau lebih hari beku dalam sebulan cenderung makmur. Sebaliknya, negara dengan kurang dari lima hari beku biasanya tetap berada dalam jeratan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa angka lima hari begitu penting? Para peneliti berspekulasi bahwa durasi tersebut merupakan waktu minimum yang tanah butuhkan untuk membunuh hama. Embun beku memberikan manfaat luar biasa bagi sektor agrikultur melalui beberapa cara:

  • Pengendalian Hama Alami: Suhu dingin membunuh serangga perusak tanaman atau membuat mereka tidak aktif.
  • Pengayaan Tanah: Cuaca dingin memperlambat penguraian materi tanaman dan hewan di tanah, sehingga menjadikannya lebih subur.
  • Cadangan Air: Frost menjamin ketersediaan kelembapan tanah untuk musim semi dan mengurangi ketergantungan petani pada hujan musiman.
Baca Juga :  Kesenjangan Utara-Selatan: Menelaah Teori Ketergantungan dalam Arsitektur Ekonomi Global Baru

Pengecualian dan Peran Institusi

Tentu saja, teori “dingin sama dengan kaya” memiliki beberapa pengecualian menarik. Negara-negara tropis seperti Singapura dan Hong Kong tetap makmur berkat posisi perdagangan mereka yang superior. Di sisi lain, tidak semua negara Eropa kaya raya; kebijakan politik pada masa lalu justru menghancurkan potensi ekonomi di wilayah bekas koloni komunis.

Masters menekankan bahwa iklim bukanlah faktor penentu tunggal karena kekayaan bangsa dipengaruhi oleh kombinasi rumit antara lingkungan, jalur perdagangan, dan institusi pemerintahan. Namun demikian, ia berpendapat bahwa lingkungan yang menguntungkan justru sangat membantu akumulasi kekayaan dan perbaikan institusi pemerintahan. “Seiring negara menjadi lebih kaya, mereka membangun institusi yang lebih baik,” jelas Masters.

Memutus Rantai Kemiskinan Tropis

Penemuan ini tidak berarti bahwa negara-negara tropis mustahil untuk mencapai kemajuan ekonomi. Oleh sebab itu, Masters mendesak donor internasional untuk mengubah paradigma dalam pemberian bantuan. Alih-alih hanya berfokus pada tata kelola pemerintahan, negara donor sebaiknya mengalokasikan bantuan pada teknologi pertanian dan pemberantasan penyakit.

Baca Juga :  5 Siswa Dirawat Intensif, 32 Keracunan Usai Makan MBG di Sukabumi

Sebagai contoh, wilayah di India yang menerapkan sistem irigasi menunjukkan kenaikan produktivitas sekaligus perbaikan kesehatan warga secara drastis. Selanjutnya, penyediaan vaksin penyakit tropis serta pengembangan varietas tanaman yang tahan cuaca panas akan menjadi kunci utama untuk memutus siklus kemiskinan di belahan bumi selatan.

Perspektif Sejarah: Dari Aristoteles hingga Jared Diamond

Diskusi mengenai pembelahan antara negara kaya dan miskin telah menarik perhatian pemikir dunia sejak ribuan tahun lalu. Pada 350 SM, Aristoteles mencatat bahwa masyarakat yang tinggal di iklim dingin memiliki semangat yang penuh.

Selain itu, dalam buku Guns, Germs and Steel, Jared Diamond menunjukkan keunggulan geografis Eurasia yang membujur dari timur ke barat. Karena berada pada garis lintang yang serupa, tanaman dan teknologi dapat menyebar dengan cepat dari Timur Tengah ke Eropa. Hal ini berbeda dengan benua Amerika atau Afrika yang membujur utara-selatan dengan iklim yang sangat bervariasi. Pada akhirnya, teknologi mampu mengatasi keterbatasan alam. “Tanpa bantuan pendingin udara (AC), Singapura tidak akan mungkin menjadi kaya seperti sekarang,” pungkas Masters guna menegaskan pentingnya inovasi sains.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Dominasi angka penjualan digital memperkuat alasan Sony menghentikan produksi kaset game fisik PlayStation mulai 2028. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kaset Fisik PlayStation Segera Punah Mulai 2028

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:30 WIB

Manipulasi digital di balik layar. Para penggemar mencurigai Marvel Studios sengaja menghapus sejumlah karakter penting dari adegan trailer Avengers: Doomsday. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Fans Yakin Trailer Avengers: Doomsday Sembunyikan Karakter

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:47 WIB