China Turun Tangan: Utusan Khusus Keliling Bangkok-Phnom Penh

Rabu, 24 Desember 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deng Xijun (kiri), utusan khusus untuk urusan Asia dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok, bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. Dok: Chinese Foreign Ministry.

Deng Xijun (kiri), utusan khusus untuk urusan Asia dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok, bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. Dok: Chinese Foreign Ministry.

PHNOM PENH, POSNEWS.CO.ID – Beijing menunjukkan keseriusannya dalam meredakan ketegangan di Asia Tenggara. Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri China untuk Urusan Asia, Deng Xijun, baru saja menyelesaikan misi diplomatik maraton di Thailand dan Kamboja.

Selama kunjungan dari 18 hingga 23 Desember, Deng membawa pesan damai yang mendesak. China bersedia menciptakan kondisi dan menyediakan platform bagi dialog bilateral antara kedua tetangga yang bertikai tersebut.

Langkah “diplomasi ulang-alik” (shuttle diplomacy) ini diambil menyusul bentrokan berdarah di perbatasan yang tak kunjung usai. Dalam misinya, Deng bertemu langsung dengan petinggi kedua negara, termasuk Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“China sangat prihatin dengan situasi saat ini dan sangat sedih atas korban jiwa serta pengungsian yang terjadi,” ujar Deng. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa prioritas paling mendesak adalah mencapai gencatan senjata segera.

Baca Juga :  Trump Pilih Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Dukungan untuk ASEAN dan Misi Pengamat

Posisi China cukup strategis. Deng menegaskan dukungan Beijing terhadap upaya mediasi ASEAN. Bahkan, China mendukung peran penting misi pengamat ASEAN untuk memantau gencatan senjata di lapangan.

“Kami berharap Kamboja dan Thailand akan bertemu di tengah jalan, bekerja sama memulihkan rasa saling percaya,” harap Deng.

Respons dari kedua belah pihak cukup positif. Thailand dan Kamboja mengapresiasi upaya China yang mereka nilai objektif dan tidak memihak. Lantas, kedua negara menyatakan kesediaan untuk menjaga komunikasi erat dengan Beijing demi de-eskalasi ketegangan.

“Thailand menghargai peran China dalam memfasilitasi peredaan ketegangan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Meskipun upaya diplomatik berjalan intensif, realitas di lapangan masih memilukan. Data terbaru menunjukkan lonjakan jumlah korban jiwa yang signifikan.

Juru bicara pertahanan Kamboja melaporkan bahwa korban tewas warga sipil di pihaknya telah naik menjadi 21 orang setelah 17 hari konflik. Parahnya lagi, Kementerian Dalam Negeri Kamboja mencatat sekitar 545.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Baca Juga :  Menantu Durhaka, Wanita di Cileungsi Bobol Rumah Mertua Saat Umrah

Di sisi lain, Thailand juga menderita kerugian besar. Militer mengumumkan 22 tentara gugur dalam tugas. Selain itu, data Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menunjukkan 38 warga sipil tewas akibat konflik ini.

Totalnya, konflik ini telah merenggut setidaknya 81 nyawa manusia dari kedua belah pihak.

Pertemuan Lanjutan 24 Desember

Upaya regional juga terus bergulir. Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN telah terlaksana di Kuala Lumpur pada Senin lalu. Forum tersebut menyerukan pemulihan kepercayaan dan kembalinya jalur dialog.

Menindaklanjuti hal itu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyambut baik dimulainya kembali diskusi.

“Kami akan membahas rincian gencatan senjata lebih lanjut pada pertemuan lain dengan Kamboja tanggal 24 Desember,” ungkap Sihasak.

Kini, harapan perdamaian di perbatasan kuil Preah Vihear bergantung pada keberhasilan pertemuan besok. Jika gagal, penderitaan setengah juta pengungsi akan terus berlanjut di tengah ketidakpastian nasib mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:19 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB