Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TNI AD mengamankan rumah yang diduga menjadi markas judi online di KPAD Cijantung. (Posnews/Instagram)

TNI AD mengamankan rumah yang diduga menjadi markas judi online di KPAD Cijantung. (Posnews/Instagram)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebuah rumah di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga berubah fungsi menjadi markas operasional judi online (judol).

Aktivitas mencurigakan di lokasi itu terungkap setelah warga menyampaikan laporan kepada aparat.

TNI AD kemudian bergerak dan mengamankan 11 orang yang diduga menjalankan aktivitas sebagai operator judi online pada Minggu (4/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, rumah yang berada di lingkungan kompleks tersebut justru diduga dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

Aparat kini mendalami siapa saja yang berada di balik aktivitas tersebut dan bagaimana operasionalnya berlangsung.

11 Orang Diamankan, Seluruhnya Warga Sipil

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Dony Pramono memastikan tidak ada prajurit TNI dalam 11 orang yang diamankan.

Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Seluruhnya merupakan warga sipil.

“Dari 11 orang yang diamankan, seluruhnya merupakan warga sipil. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut,” kata Dony, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga :  Catat! Rekayasa Lalin HUT Jakarta 2026 Berlaku Mulai Pukul 14.00 WIB

Petugas turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di rumah tersebut. Barang bukti itu terdiri atas 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP.

Namun, keberadaan perangkat tersebut masih harus dikaitkan dengan aktivitas yang berlangsung di lokasi. Karena itu, penyidik melakukan pemeriksaan dan pendalaman sebelum menentukan langkah berikutnya.

Berawal dari Kecurigaan Warga

Pengungkapan dugaan markas judol itu bermula dari kepedulian warga. Masyarakat mencurigai adanya aktivitas tidak biasa di salah satu rumah di kompleks tersebut.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan. Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan informasi yang diterima.

Langkah cepat tersebut akhirnya mengarah pada pengamanan 11 orang beserta puluhan perangkat elektronik.

Setelah penggerebekan, rumah tersebut dipasangi garis polisi. Petugas juga memutus aliran listrik untuk kepentingan pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.

TNI AD Tegaskan Tak Ada Toleransi

Dony menegaskan TNI AD tidak akan membiarkan fasilitas yang berada di lingkungan TNI digunakan untuk aktivitas ilegal.

Menurut dia, tindakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen TNI AD membantu aparat dalam memberantas praktik judi online yang terus memanfaatkan teknologi digital.

Baca Juga :  Jelang Persija vs Brisbane Roar di JIS, Brimob Sterilisasi Stadion

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya menegaskan setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran akan direspons secara cepat.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kami pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” ujar Maruli di Kompleks Istana, Rabu (7/10/2026).

Maruli juga membuka kemungkinan adanya tindakan tegas apabila pendalaman nantinya menemukan keterlibatan prajurit TNI AD.

Jika terbukti ada prajurit yang terlibat, memberikan fasilitas, atau melakukan pelanggaran terkait aktivitas tersebut, TNI AD akan mengambil tindakan sesuai aturan dan ketentuan hukum.

Jangan Sampai Fasilitas TNI Jadi Sarang Kejahatan

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan aktivitas judol berlangsung di lingkungan yang seharusnya aman bagi keluarga dan masyarakat.

Judi online tidak hanya menyangkut aktivitas ilegal. Praktiknya juga dapat menyeret masyarakat ke persoalan ekonomi, utang, konflik keluarga hingga berbagai masalah sosial lainnya.

Karena itu, pengawasan lingkungan dan keberanian warga melaporkan aktivitas mencurigakan menjadi penting.

Laporan masyarakat dapat menjadi pintu awal bagi aparat untuk mencegah aktivitas ilegal berkembang lebih jauh.

Kini, polisi dan unsur TNI masih mendalami aktivitas di rumah tersebut. Status hukum 11 orang yang diamankan juga masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GWM Tank Hantam Sejumlah Kendaraan di Palmerah, 1 Pengemudi Ojek Tewas
Buron ke Luar Negeri, Tersangka Penyelundupan 50 Ribu Ponsel Ditangkap di Soetta
Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar
Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki
Malam Mencekam di Tebet, Koordinator BEM UI Hafidz Diduga Diserang OTK
Demi Sabu, Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Saat Terlelap

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:56 WIB

GWM Tank Hantam Sejumlah Kendaraan di Palmerah, 1 Pengemudi Ojek Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Buron ke Luar Negeri, Tersangka Penyelundupan 50 Ribu Ponsel Ditangkap di Soetta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk

Berita Terbaru

Apple merilis Mac mini M6 berdesain mungil dengan chip M6 super cepat, macOS 27, dan perkiraan harga mulai Rp14,5 juta. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Merilis Mac mini M6 Berukuran Ringkas

Kamis, 8 Okt 2026 - 12:55 WIB

Google resmi merilis Pixel 11 dengan chip Tensor G6, kamera telefoto 5x, dan estimasi harga mulai Rp14,5 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Google Resmi Merilis Pixel 11 Berbekal Lensa Telefoto 5x

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:51 WIB