Stok Pangan Jakarta Aman, KPKP Pastikan Warga Tidak Perlu Panic Buying

Selasa, 2 September 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek ketersediaan pangan di salah satu gerai subsidi di Jakarta. (Dok-Ilustrasi)

Petugas Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek ketersediaan pangan di salah satu gerai subsidi di Jakarta. (Dok-Ilustrasi)

JAKARTA – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan stok pangan strategis di ibu kota aman meski terjadi unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.

Masyarakat tidak perlu panic buying. Pemerintah DKI menjamin ketersediaan pangan cukup untuk dua bulan ke depan dan stoknya memadai,” ujar Hasudungan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/9).

Ketersediaan Pangan Strategis Jakarta

  • Beras: 303.297 ton (kebutuhan 156.745 ton).

  • Daging sapi: 40.418 ton (kebutuhan 11.999 ton).

  • Daging ayam: 74.940 ton (kebutuhan 30.176 ton).

  • Telur ayam: 21.478 ton (kebutuhan 19.525 ton).

  • Cabai merah keriting: 10.641 ton (kebutuhan 5.595 ton).

    ADVERTISEMENT

    ads

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Bawang merah: 8.688 ton (kebutuhan 4.677 ton).

  • Bawang putih: 8.728 ton (kebutuhan 3.814 ton).

Baca Juga :  Rano Karno Pastikan Rekrutmen Damkar Jakarta Steril dari Pungli, Begini Mekanismenya

Semua stok pangan Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Gerai Pangan Subsidi Kembali Normal

Hasudungan menyebut seluruh 213 gerai pelayanan KJP kini beroperasi normal. Dua gerai yang sempat tutup akibat unjuk rasa di Pasar Senen dan Poncol juga sudah kembali buka.

Baca Juga :  Ngaku Anak Propam, Pria Ini Pakai Mobil ‘BB Polsek’ Buat Jalan-Jalan, Polda Metro Bongkar Faktanya

Titik pangan subsidi yang terdampak hanya dua gerai. Sekarang semuanya sudah terbuka,” jelasnya.

Antisipasi Unjuk Rasa

Ia menambahkan, Pemprov DKI menyiapkan langkah antisipasi jika unjuk rasa kembali terjadi. Meski begitu, ia menegaskan stok pangan di Jakarta tetap aman untuk memenuhi kebutuhan warga. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB