Tanah Bergerak di Karanganyar–Kertanegara, Polres Purbalingga Evakuasi Warga Terancam

Minggu, 16 November 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi dan petugas BPBD meninjau retakan tanah di Desa Maribaya setelah 22 rumah rusak akibat tanah bergerak di Purbalingga. (Posnews/Ist)

Polisi dan petugas BPBD meninjau retakan tanah di Desa Maribaya setelah 22 rumah rusak akibat tanah bergerak di Purbalingga. (Posnews/Ist)

CILACAP, POSNEWS.CO.ID – Warga yang masih berada di area rawan tanah bergerak langsung di evakuasi Polres Purbalingga pasca tanah kembali retak dan amblas di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu (15/11/2025).

Tanah retak dan ambles tersebut sebelumnya sudah terdeteksi sejak Mei. Pergerakan tanah pertama tercatat pada 16 Mei 2025 di Desa Maribaya RT 004/RW 003.

Sebanyak 11 rumah rusak berat dan diusulkan relokasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setelah Badan Geologi Bandung melakukan penelitian lanjutan pada 1–2 Juli 2025.

Namun, curah hujan ekstrem pada November memicu pergerakan tanah baru. Pada 15 November 2025 pukul 10.00 WIB, tanah kembali ambles di Dusun Karangtengah dan menggulung tambahan 11 rumah, sehingga total rumah terdampak mencapai 22 unit.

85 Warga Mengungsi, Lansia – Balita Masuk Kelompok Rentan

Dampak bencana ini menimpa 22 Kepala Keluarga atau 85 jiwa, termasuk 7 lansia dan 8 balita. Rumah-rumah rusak dengan kondisi retak, geser, hingga miring, membuat warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga maupun tetangga.

Baca Juga :  Trump Hapus Bea Masuk Daging Sapi, Kopi, dan Buah Tropis

Merespons kondisi kritis tersebut, Polres Purbalingga langsung mengaktifkan tanggap darurat. Polisi membentuk KPL (Kepolisian Peduli Lingkungan) dan berkoordinasi ketat dengan BPBD serta Pemkab Purbalingga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi kemudian:

  • Melokalisasi area rawan agar warga tidak mendekat
  • Meningkatkan patroli sambang di permukiman terancam
  • Mengarahkan warga menjauhi lereng rapuh
  • Membantu evakuasi barang berharga dan dokumen penting

Langkah ini dilakukan untuk mencegah korban tambahan, karena retakan tanah terus bergerak.

Layanan Kesehatan & Bantuan Sosial Digencarkan

Selain pengamanan, Tim Dokkes Polres Purbalingga memberikan layanan kesehatan gratis di pos pengungsian, meliputi:

  • Pemeriksaan tensi
  • Konsultasi medis
  • Pemberian obat dan vitamin
  • Monitoring kesehatan lansia & balita
Baca Juga :  Buang Kasur dan Sofa Gratis, Cukup Pesan Online DLH DKI Jakarta

Polisi juga menyalurkan bantuan sembako, sementara dapur lapangan BPBD–Polri memproduksi makanan untuk warga setiap hari.

Sebanyak 30 personel gabungan Samapta dan Dokkes dikerahkan untuk menjaga keamanan, membantu evakuasi, dan mengawal layanan kesehatan dibantu Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., memastikan seluruh unsur pemerintah bekerja total. Ia mengimbau warga tetap tenang dan menaati seluruh arahan petugas.

Keselamatan warga dan seluruh asetnya menjadi prioritas kami. Jika ada ternak atau barang berharga yang perlu diamankan, silakan lapor ke Polres atau Polsek. Kami siap membantu,” tegasnya.

Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto, mengapresiasi langkah cepat Polres Purbalingga yang dinilai sangat membantu warga dalam masa krisis.

Ia berharap dukungan tetap berjalan karena warga masih mengungsi dan membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar hingga kondisi kembali aman. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB