Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua kapal tanker minyak Saudi memutar balik arah di Laut Merah pasca-ancaman blokade Houthi, di tengah gempuran udara berkelanjutan AS ke wilayah Iran. Dok: Istimewa.

Dua kapal tanker minyak Saudi memutar balik arah di Laut Merah pasca-ancaman blokade Houthi, di tengah gempuran udara berkelanjutan AS ke wilayah Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perang di kawasan Timur Tengah semakin memperparah krisis energi dan pelayaran global.

Tanker Saudi Putar Balik Pasca-Ancaman Houthi

Dua kapal tanker pengangkut minyak mentah Saudi mendadak memutar balik arah di Laut Merah pada Selasa.

Kapal-kapal tersebut membawa pasokan minyak menuju pasar China dan India.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nakhoda membelokkan arah kapal menuju Terusan Suez guna menghindari ancaman bahaya.

Langkah taktis ini merespons ancaman blokade laut dari kelompok milisi Houthi di Yaman.

Houthi mengancam akan menyerang seluruh kapal yang mengangkut minyak dari Saudi.

Baca Juga :  Rekor Baru: IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Redam Krisis Teluk

Penutupan jalur vital ini mengancam kelancaran pasokan energi global secara serius.

Gempuran Udara Malam Ke-11 AS ke Iran

Sementara itu, militer Amerika Serikat terus membom target di berbagai wilayah Iran.

Jet tempur AS melancarkan serangan udara selama sebelas malam berturut-turut.

Warga Teheran mendengar ledakan keras pada Rabu dini hari.

Pemerintah Iran langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara di ibu kota.

Ledakan juga mengguncang kota pesisir Chabahar, Konarak, dan Bushehr.

Wilayah Bushehr merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir milik Iran.

Serangan Balasan Iran dan Melonjaknya Harga Minyak

Iran segera meluncurkan serangan balasan ke berbagai fasilitas militer AS.

Pasukan Iran mengincar pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Sebuah proyektil juga menghantam kapal tanker di Selat Hormuz.

Baca Juga :  Trump Ancam Serangan Baru Saat Iran Perketat Blokade

Ledakan tersebut memaksa kru kapal melompat ke perahu penyelamat demi keselamatan jiwa.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Houthi agar tidak menutup Selat Bab el-Mandeb.

Trump mengonfirmasi kematian 18 prajurit AS sepanjang konflik berkecamuk.

Konflik bersenjata ini memicu kenaikan harga minyak Brent melampaui 91 dolar AS per barel.

Tuntutan Anggaran Perang Tambahan dan Usulan Damai

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendesak Kongres menyetujui dana perang tambahan.

Hegseth meminta anggaran ekstra sebesar 70 miliar dolar AS.

Dana raksasa ini bertujuan untuk mengisi kembali pasokan rudal yang menipis.

Meskipun demikian, para mediator internasional terus mengupayakan jalur diplomasi.

Teheran telah menerima usulan gencatan senjata sementara selama sepuluh hari.

Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mendatangi Pakistan guna membahas langkah perdamaian.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio di Manila: Ancaman Tarif Iran di Selat Hormuz
Ibrahim Traore Tegaskan Kekuasaan Tunggal di Burkina Faso
Mayor Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu
Diplomasi Manila: Kanada Mendesak Gencatan Senjata
Inflasi Inggris Turun ke 2,6 Persen Dorong Program Ekonomi
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:16 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

Marco Rubio di Manila: Ancaman Tarif Iran di Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:30 WIB

Ibrahim Traore Tegaskan Kekuasaan Tunggal di Burkina Faso

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Mayor Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:30 WIB

Diplomasi Manila: Kanada Mendesak Gencatan Senjata

Berita Terbaru