Timnas Indonesia U-22 Diuntungkan Usai Kamboja Mundur dari SEA Games 2025 Thailand

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BTN Sumardji. (Posnews/Instagram)

Ketua BTN Sumardji. (Posnews/Instagram)

CHIANG MAI, POSNEWS.CO.ID Indonesia sebagai juara bertahan cabang sepakbola SEA Games, optimis akan kembali mempertahankan medali emas kali ini yang berlangsung di Thailand.

Kejutan datang dari cabang sepak bola SEA Games 2025. Kamboja U-22 mendadak mundur dari kompetisi. Imbasnya, jadwal dan pembagian grup langsung berubah total.

Ketua BTN, Sumardji, menilai kondisi ini menguntungkan Timnas Indonesia U-22 karena Garuda Muda mendapat waktu persiapan lebih panjang.

Awalnya, Grup C ditempati Indonesia, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Singapura. Namun, setelah Kamboja keluar, Indonesia hanya bersaing dengan Myanmar dan Filipina. Singapura dipindah ke Grup A bersama Thailand dan Timor Leste.

Baca Juga :  11 ABK Kepri Jadi Tersangka Selundupkan 7,5 Ton Pasir Timah Senilai Rp4,3 Miliar ke Malaysia

Sumardji tak melihat perubahan ini sebagai masalah.

Ini baik buat Indonesia. Lawan jadi lebih sedikit, waktu persiapan makin banyak,” ujarnya, Kamis (4/12).

Situasi itu membuat Indonesia hanya melakoni dua laga grup. Alhasil, jeda pertandingan lebih panjang dan pemain bisa memaksimalkan latihan. Tim pelatih juga punya waktu tambahan memperbaiki taktik serta kondisi fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemain bisa fokus meningkatkan fisik, mental, dan taktik selama di Thailand,” tegasnya.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-17 Siapkan Mental Baja Hadapi Brasil di Piala Dunia U-17 2025

Laga perdana Indonesia pun ikut berubah. Duel awal melawan Singapura dibatalkan. Garuda Muda kini memulai langkah di Grup C dengan menghadapi Filipina di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Senin (8/12).

Persiapan tim kian matang. Dua pemain luar negeri, Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan, juga sudah bergabung. Kehadiran keduanya membuat skuad semakin komplet.

Garuda Muda siap tempur. Indonesia membidik start mulus di SEA Games 2025. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB