BANYUASIN, POSNEWS.CO.ID – Fakta mengejutkan terungkap di balik kasus yang semula diduga sebagai aksi begal di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Setelah hampir tiga bulan diselidiki, polisi akhirnya membongkar dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan sepasang kekasih.
Korban merupakan seorang pria yang sebelumnya hendak dijodohkan dengan seorang perempuan berinisial YTU (25).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, rencana perjodohan itu ditolak karena YTU ternyata telah menjalin hubungan asmara dengan pria lain berinisial OR (28).
Penolakan tersebut diduga memicu lahirnya rencana pembunuhan yang berujung tragis.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan kasus ini terungkap setelah Satreskrim Polres Banyuasin melakukan penyelidikan mendalam terhadap laporan keluarga korban yang masuk pada 17 Maret 2026.
Saat itu, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan poros perkebunan kelapa sawit Unit Betung Krawo PTPN IV Regional 7.
Keluarga sempat menduga korban menjadi sasaran pembegalan.
“Awalnya keluarga melaporkan korban sebagai korban begal. Namun, hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku OR berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal dunia,” kata Risnan, Kamis (11/6/2026).
Terbongkar Setelah Tiga Bulan
Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, dan petunjuk di lapangan. Hasilnya, polisi menangkap OR pada 10 Juni 2026.
Saat menjalani pemeriksaan, OR akhirnya mengungkap fakta baru. Polisi menemukan bahwa pelaku tidak beraksi sendirian.
YTU, perempuan yang dijodohkan dengan korban, diduga ikut merancang aksi pembunuhan tersebut.
“Motifnya berawal dari penolakan YTU terhadap perjodohan dengan korban. YTU memilih mempertahankan hubungan asmaranya dengan OR. Dari situlah muncul rencana menghabisi korban,” ujar Risnan.
Korban Dibacok Saat Melintas
Polisi menduga OR telah menunggu korban sebelum melancarkan aksinya. Ketika korban melintas di lokasi kejadian, pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam.
Serangan brutal itu menyebabkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. Tim medis sempat memberikan perawatan intensif di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi Dalami Perencanaan Pembunuhan
Penyidik kini mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya persiapan matang sebelum aksi dilakukan.
Polisi juga menelusuri komunikasi antara OR dan YTU untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana konflik asmara dan penolakan perjodohan diduga berubah menjadi tindak pidana berat yang merenggut nyawa seseorang.
Polres Banyuasin memastikan proses hukum terhadap kedua tersangka akan berjalan hingga tuntas untuk mengungkap seluruh fakta di balik dugaan pembunuhan berencana tersebut. **
Editor : Hadwan












