Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan pasangan kekasih yang diduga merencanakan dan melakukan pembunuhan terhadap pria yang hendak dijodohkan dengan salah satu pelaku di Banyuasin, Sumatera Selatan. (Posnews/Ist)

Polisi mengamankan pasangan kekasih yang diduga merencanakan dan melakukan pembunuhan terhadap pria yang hendak dijodohkan dengan salah satu pelaku di Banyuasin, Sumatera Selatan. (Posnews/Ist)

BANYUASIN, POSNEWS.CO.ID – Fakta mengejutkan terungkap di balik kasus yang semula diduga sebagai aksi begal di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Setelah hampir tiga bulan diselidiki, polisi akhirnya membongkar dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan sepasang kekasih.

Korban merupakan seorang pria yang sebelumnya hendak dijodohkan dengan seorang perempuan berinisial YTU (25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, rencana perjodohan itu ditolak karena YTU ternyata telah menjalin hubungan asmara dengan pria lain berinisial OR (28).

Penolakan tersebut diduga memicu lahirnya rencana pembunuhan yang berujung tragis.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan kasus ini terungkap setelah Satreskrim Polres Banyuasin melakukan penyelidikan mendalam terhadap laporan keluarga korban yang masuk pada 17 Maret 2026.

Saat itu, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan poros perkebunan kelapa sawit Unit Betung Krawo PTPN IV Regional 7.

Baca Juga :  Car Free Night Sudirman–Thamrin Berlaku 31 Desember, 31 Rute Transjakarta Diubah

Keluarga sempat menduga korban menjadi sasaran pembegalan.

“Awalnya keluarga melaporkan korban sebagai korban begal. Namun, hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku OR berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal dunia,” kata Risnan, Kamis (11/6/2026).

Terbongkar Setelah Tiga Bulan

Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, dan petunjuk di lapangan. Hasilnya, polisi menangkap OR pada 10 Juni 2026.

Saat menjalani pemeriksaan, OR akhirnya mengungkap fakta baru. Polisi menemukan bahwa pelaku tidak beraksi sendirian.

YTU, perempuan yang dijodohkan dengan korban, diduga ikut merancang aksi pembunuhan tersebut.

“Motifnya berawal dari penolakan YTU terhadap perjodohan dengan korban. YTU memilih mempertahankan hubungan asmaranya dengan OR. Dari situlah muncul rencana menghabisi korban,” ujar Risnan.

Korban Dibacok Saat Melintas

Polisi menduga OR telah menunggu korban sebelum melancarkan aksinya. Ketika korban melintas di lokasi kejadian, pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu

Serangan brutal itu menyebabkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. Tim medis sempat memberikan perawatan intensif di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi Dalami Perencanaan Pembunuhan

Penyidik kini mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya persiapan matang sebelum aksi dilakukan.

Polisi juga menelusuri komunikasi antara OR dan YTU untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana konflik asmara dan penolakan perjodohan diduga berubah menjadi tindak pidana berat yang merenggut nyawa seseorang.

Polres Banyuasin memastikan proses hukum terhadap kedua tersangka akan berjalan hingga tuntas untuk mengungkap seluruh fakta di balik dugaan pembunuhan berencana tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti
Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini
Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Berita Terbaru

Sony bayar $50.000 untuk laporan celah hypervisor PS5. Langkah peneliti independen ini memicu kemarahan komunitas dan menghentikan proyek PS5 Linux. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Bayar Hadiah 50 Ribu Dolar AS untuk Celah PS5 Jailbreak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:53 WIB

Valve tambahkan dukungan drive CD optik ke kernel Steam Frame VR hanya dalam 10 menit usai respons permintaan pengguna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dengarkan Komunitas, Valve Tambahkan CD Drive Eksternal

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:49 WIB

Pentagon menuduh Letjen Brett Sylvia membocorkan rahasia Perang Iran usai dipecat Menhan Pete Hegseth. Simak hasil uji poligraf. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:44 WIB

Aktor legendaris Sir Patrick Stewart meninggal dunia pada usia 86 tahun. Simak riwayat karier pemeran Kapten Picard dan Profesor X tersebut. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Aktor Legendaris Sir Patrick Stewart Meninggal Dunia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:40 WIB