Trump Kirim Kapal Induk Terbesar Dunia untuk Tekan Iran

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat komando baru di Pennsylvania Avenue. Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi peningkatan fasilitas militer besar-besaran di bawah pembangunan ballroom baru Gedung Putih guna menghadapi ancaman drone dan serangan modern. Dok: Istimewa.

Pusat komando baru di Pennsylvania Avenue. Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi peningkatan fasilitas militer besar-besaran di bawah pembangunan ballroom baru Gedung Putih guna menghadapi ancaman drone dan serangan modern. Dok: Istimewa.

NORTH CAROLINA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menyampaikan pesan keras kepada Teheran saat berbicara di hadapan pasukan militer di pangkalan Fort Bragg, North Carolina, pada Jumat. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat kini menggunakan “rasa takut” sebagai strategi utama untuk menyelesaikan kebuntuan negosiasi dengan Iran.

Trump menyebut perundingan dengan Iran selama ini berjalan sangat sulit. Oleh karena itu, ia menilai tekanan psikologis melalui kekuatan militer masif menjadi satu-satunya jalan keluar. “Terkadang Anda harus menanamkan rasa takut. Hanya hal itu yang benar-benar akan membuat situasi ini terselesaikan,” ujar Trump di hadapan ribuan tentara.

Pengerahan USS Gerald R. Ford

Sebagai bukti nyata dari ancamannya, Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat akan segera mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah. Kapal induk terbesar di dunia tersebut akan segera meninggalkan wilayah Karibia untuk bergabung dengan armada tempur AS di perairan dekat Iran.

Baca Juga :  Mobil Listrik Bekas Rp 100 Jutaan Kian Diburu, Wuling Air EV Jadi Primadona

Kehadiran USS Gerald R. Ford akan melengkapi keberadaan USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dahulu bersiaga di kawasan tersebut. Dengan demikian, ini merupakan pengerahan dua kapal induk secara bersamaan sejak serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025 lalu. Trump menegaskan bahwa armada tempur raksasa ini merupakan persiapan wajib jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Laporan Operasi Militer “Fase Dua”

Di tengah retorika agresif tersebut, laporan dari Reuters mengungkapkan rincian yang lebih mengkhawatirkan. Dua pejabat anonim AS menyebutkan bahwa militer tengah menyiapkan rencana operasi berkelanjutan selama satu minggu penuh yang menargetkan titik-titik strategis di Iran.

Operasi ini merupakan bagian dari “Fase Dua” yang Trump peringatkan sebelumnya. Meskipun demikian, Gedung Putih tetap membuka pintu bagi solusi damai selama Teheran bersedia tunduk pada syarat-syarat baru. Trump memberikan tenggat waktu hingga bulan depan bagi Iran untuk mencapai kesepakatan yang “consummated” atau tuntas sepenuhnya.

Baca Juga :  Mandat Mutlak Takaichi: LDP Raih Kemenangan Telak

Diplomasi di Tengah Bayang-Bayang Perang

Ketegangan militer ini memuncak hanya seminggu setelah diplomat kedua negara mengadakan pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman. Pada 6 Februari lalu, kedua pihak sebenarnya menunjukkan sinyal keterbukaan untuk melanjutkan dialog.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Trump secara eksplisit merujuk pada kehancuran fasilitas nuklir Iran tahun lalu sebagai peringatan agar Teheran tidak melakukan kesalahan serupa. Ia ingin memastikan Iran memahami bahwa AS memiliki kesiapan tempur yang jauh lebih besar kali ini. Dunia internasional kini menanti apakah strategi tekanan maksimal ini akan melahirkan kesepakatan nuklir baru atau justru memicu konfrontasi bersenjata yang lebih traumatis di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Jaktim, Spageti Diduga Penyebab
Peringatan Jumat Agung di Colosseum: Paus Leo Ingatkan Pemimpin Dunia soal Pertanggungjawaban Kekuasaan
Misteri Kematian al-Mousawi: Bahrain Dituding Gunakan Taktik Represi Arab Spring di Tengah Perang Iran
Banjir Jakarta Barat Meluas, 12 RT Terendam – Jalan Utama Ikut Tergenang
Rusia Ubah Taktik: Gempuran Siang Hari Hantam Kyiv saat Zelenskyy Tawarkan Gencatan Senjata Paskah
Dendam Lama Berujung Siram Air Keras, Otak Pelaku Bayar Rp9 Juta ke Eksekutor
Israel Bombardir Beirut saat AS Waspadai Ancaman Iran terhadap Universitas
Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 13:36 WIB

72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Jaktim, Spageti Diduga Penyebab

Sabtu, 4 April 2026 - 12:27 WIB

Peringatan Jumat Agung di Colosseum: Paus Leo Ingatkan Pemimpin Dunia soal Pertanggungjawaban Kekuasaan

Sabtu, 4 April 2026 - 11:24 WIB

Misteri Kematian al-Mousawi: Bahrain Dituding Gunakan Taktik Represi Arab Spring di Tengah Perang Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 08:52 WIB

Banjir Jakarta Barat Meluas, 12 RT Terendam – Jalan Utama Ikut Tergenang

Sabtu, 4 April 2026 - 08:17 WIB

Rusia Ubah Taktik: Gempuran Siang Hari Hantam Kyiv saat Zelenskyy Tawarkan Gencatan Senjata Paskah

Berita Terbaru