Vape Mengandung Narkoba Jadi Perhatian, Prabowo Gandeng Peneliti dan BNN

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat membahas pengentasan narkoba bersama pejabat dan peneliti di Istana Kepresidenan. (Posnews/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat membahas pengentasan narkoba bersama pejabat dan peneliti di Istana Kepresidenan. (Posnews/Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Peredaran narkoba terus berkembang. Modusnya berubah, jenisnya semakin beragam, bahkan zat terlarang kini ditemukan dalam produk yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Situasi tersebut membuat Presiden Prabowo Subianto mendorong penanganan narkoba tidak hanya mengandalkan penindakan. Pemerintah juga ingin memperkuat riset, teknologi deteksi, terapi, dan pencegahan.

Prabowo menggelar rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Sejumlah pejabat dan peneliti ikut dilibatkan untuk membahas upaya pengentasan persoalan narkoba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan dirinya diminta membawa salah satu peneliti sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) ke dalam rapat tersebut.

“Pengentasan permasalahan narkoba, ya. Jadi tadi saya juga diminta membawa salah satu peneliti, dosen UI, kaitannya dengan narkoba, ketergantungan, dan seterusnya,” kata Brian di Istana Kepresidenan, Selasa (29/9/2026).

Narkoba Tak Cukup Dilawan dengan Penangkapan

Brian menjelaskan perguruan tinggi telah mengembangkan berbagai penelitian mengenai narkoba dan penggunaannya.

Kini, pemerintah ingin hasil penelitian tersebut lebih dekat dengan kebutuhan di lapangan.

Riset kampus akan disinergikan dengan kebutuhan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan. Fokusnya mencakup teknologi pendeteksian, penanganan ketergantungan, hingga terapi.

“Jadi, mana hasil-hasil penelitian yang sudah dikembangkan di kampus, kita akan sinergikan dengan kebutuhan yang ada di BNN, atau terapi, atau Kementerian Kesehatan. Itu topiknya, ya,” jelas Brian.

Baca Juga :  Mulai 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Pakai Face Recognition - Ini Jadwal Lengkapnya

Langkah ini membuka ruang bagi dunia pendidikan tinggi untuk ikut berkontribusi secara langsung dalam menghadapi persoalan narkoba.

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah. Temuan yang relevan diharapkan dapat digunakan untuk membantu aparat dan tenaga kesehatan.

Vape Mengandung Narkoba Ikut Dibahas

Salah satu persoalan yang ikut menjadi perhatian dalam rapat adalah penggunaan vape yang mengandung zat narkoba.

Brian mengatakan pembahasan tidak hanya menyentuh jenis zatnya. Pemerintah juga membicarakan teknologi untuk mendeteksi narkoba hingga metode penanganannya.

“Ya, semuanya, ya. Semua, apa, hal-hal yang terkait narkoba. Apakah teknologinya, untuk mendeteksinya, penyembuhannya, barangkali barang yang disita pemanfaatannya seperti apa. Nanti saya laporkan setelah (rapat) ini,” tutur Brian.

Isu tersebut muncul di tengah perhatian aparat terhadap perkembangan narkoba dalam produk rokok elektronik.

BNN pada September 2026 juga memusnahkan barang bukti dari 12 kasus narkotika.

Barang bukti tersebut antara lain sabu, ganja, tembakau sintetis, MDMA, etomidate, dan ketamine. Dari perkara tersebut, BNN menetapkan 25 tersangka.

Anak Muda Jadi Kelompok yang Harus Dilindungi

Perubahan bentuk dan cara penggunaan narkoba membuat edukasi menjadi semakin penting.

Masyarakat perlu memahami bahwa produk yang terlihat seperti barang konsumsi biasa tidak otomatis aman. Karena itu, literasi mengenai kandungan zat dan risiko ketergantungan harus diperkuat, terutama di kalangan anak muda.

Baca Juga :  Bareskrim Limpahkan Pasutri Pakistan Kurir 1,6 Kg Sabu ke Kejari Tangerang

Di sisi lain, pengguna yang sudah mengalami ketergantungan membutuhkan penanganan yang tepat. Pendekatan kesehatan dan rehabilitasi menjadi bagian penting agar persoalan tidak berhenti pada penindakan.

Karena itu, sinergi BNN, Kementerian Kesehatan, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi penting.

Pemerintah Dorong Kerja Lintas Lembaga

Rapat Prabowo juga dihadiri Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Keterlibatan berbagai lembaga menunjukkan penanganan narkoba membutuhkan kerja bersama.

Sebelumnya, BNN juga telah bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, Bea Cukai, dan lembaga terkait dalam pemberantasan peredaran narkotika.

Pada 23 September 2026, BNN memusnahkan 34,7 kilogram narkoba dan 2.156,4 liter barang bukti dari 12 kasus.

Kini, pemerintah ingin memperluas pendekatan tersebut melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Harapannya, riset kampus dapat membantu menjawab tantangan yang semakin kompleks, mulai dari mendeteksi zat berbahaya lebih cepat hingga membantu pengguna mendapatkan terapi yang tepat.

Dengan begitu, perang melawan narkoba tidak hanya berbicara tentang berapa banyak pelaku yang ditangkap.

Lebih jauh, upaya tersebut menyangkut bagaimana masyarakat dicegah agar tidak terjerumus, pengguna mendapatkan kesempatan pulih, dan generasi muda terlindungi dari ancaman narkoba yang terus berubah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti
Kapolri Ungkap 92 Kasus Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Mulai Didalami
Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya
Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB
25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla
Kapolri Suyudi: Jangan Hanya Jaga Keamanan, Dengarkan Keluhan Warga
KPK OTT BNPB, Sestama Rustian Ikut Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB