KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi.

Kali ini, penyidik menggeledah rumah anggota Polri Yayat Sudrajat alias Lippo di kawasan Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat.

Penggeledahan itu berlangsung setelah KPK memeriksa Yayat sebagai saksi pada Kamis, 10 September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dari rumah tersebut.

“Penyidik melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan yang berlokasi di daerah Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Menurut Budi, penyidik kini menganalisis dokumen dan mengekstraksi data dari perangkat elektronik yang diamankan.

Setelah itu, KPK akan mengonfirmasi temuan tersebut kepada Yayat maupun saksi lainnya.

KPK Dalami Jejak Uang Rp16 Miliar

Nama Yayat sebelumnya muncul dalam persidangan perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi.

KPK mendalami pengakuan Yayat yang disebut menerima fee sekitar Rp16 miliar terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Penjaringan, Dua Warga Luka Bakar 138 Jiwa Mengungsi

KPK menyebut informasi tersebut telah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan menjadi salah satu fakta yang ditelusuri penyidik.

Namun, KPK belum menyimpulkan seluruh aliran dana tersebut sebagai tindak pidana. Penyidik masih menelusuri asal uang, pihak yang memberikan, serta peran masing-masing pihak.

Karena itu, penggeledahan rumah Yayat menjadi bagian penting untuk mencocokkan keterangan saksi dengan bukti dokumen dan elektronik.

KPK Terbitkan Sprindik Baru

Pengembangan perkara ini semakin serius setelah KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru pada Agustus 2026.

Meski begitu, KPK menegaskan sprindik tersebut masih bersifat umum. Artinya, belum ada tersangka baru yang ditetapkan dalam pengembangan kasus tersebut.

KPK masih memerlukan keterangan sejumlah saksi untuk mengurai dugaan aliran uang dan hubungan antar pihak dalam proyek-proyek di Pemkab Bekasi.

“Pengembangan penyidikan perkara ini masih tahap awal,” kata Budi.

Berawal dari OTT Bupati Bekasi

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025.

Dalam perkara awal tersebut, KPK kemudian menetapkan Ade Kuswara Kunang, ayahnya yang juga Kepala Desa Sukadami HM Kunang, serta pihak swasta Sarjan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Korban Bencana di Sumatera 967 Orang, 850 Ribu Mengungsi - Kayu Hanyut untuk Pemulihan

Ade dan HM Kunang diduga sebagai penerima, sedangkan Sarjan diduga sebagai pemberi suap.

KPK menduga Sarjan memberikan uang sekitar Rp9,5 miliar kepada Ade dan HM Kunang melalui beberapa perantara.

Selain itu, KPK menduga Ade menerima uang dari sejumlah pihak lain sepanjang 2025 sekitar Rp4,7 miliar. Jika digabungkan, dugaan penerimaan Ade mencapai sekitar Rp14,2 miliar.

Penggeledahan Jadi Pintu Masuk Perkara Baru

Kini, penyidik tidak hanya memburu aliran uang dalam perkara awal. KPK juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan proyek di Kabupaten Bekasi.

Penggeledahan rumah Yayat menjadi salah satu langkah untuk menemukan bukti tambahan.

Selanjutnya, KPK akan mencocokkan dokumen dan data elektronik dengan keterangan para saksi. Jika bukti dinilai cukup, penyidik dapat menentukan arah pengembangan perkara berikutnya.

Untuk saat ini, Yayat masih berstatus saksi dalam pengembangan perkara, sementara KPK belum mengumumkan tersangka baru.

KPK juga masih memiliki pekerjaan besar untuk mengurai ke mana aliran uang proyek mengalir dan siapa saja yang diduga menikmati keuntungan dari praktik tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB