JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Tiga bocah di Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah disebut terlantar dan mencari makanan dari tempat sampah.
Informasi tersebut viral di media sosial. Namun, Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur turun langsung mengecek kondisi ketiga anak itu.
Hasilnya, petugas menemukan fakta berbeda. Sudinsos Jaktim memastikan informasi ketiga bocah mencari makan di tempat sampah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sudinsos Jakarta Timur Agata Bayu Putra mengatakan, petugas melakukan kunjungan rumah pada Senin (5/10/2026).
Petugas mendatangi kediaman Ketua RT 13/RW 10 Kelurahan Pisangan Timur untuk memastikan kondisi keluarga tersebut.
Berdasarkan pengecekan dan keterangan warga, ketiga anak merupakan bagian dari keluarga Wirawan Santoso dan Mega Suci Rahmawati. Pasangan tersebut diketahui memiliki enam anak.
βTerkait laporan bahwasanya ketiga anak yang viral mencari makan di tempat sampah, hal tersebut tidak benar adanya,β kata Agata, Rabu (7/10/2026).
Ibu Pergi, Ayah Kerja Serabutan
Di balik kabar viral itu, petugas menemukan persoalan lain yang tidak kalah memprihatinkan.
Saat kunjungan berlangsung, Mega tidak berada di rumah. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, ibu anak-anak tersebut telah meninggalkan keluarga sekitar enam bulan terakhir.
Sementara itu, Wirawan tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski demikian, keluarga tersebut tidak sepenuhnya luput dari perhatian lingkungan. Warga dan pengurus RT 13/RW 10 selama ini ikut membantu dengan memberikan makanan serta pakaian.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi keluarga bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Administrasi kependudukan juga menjadi masalah yang harus segera diselesaikan.
Belum Punya Akta Kelahiran
Sudinsos menemukan ketiga anak tersebut terkendala dokumen kependudukan. Wirawan dan Mega diketahui tidak menikah secara resmi atau tercatat.
Kondisi itu membuat anak-anak mengalami kendala dalam mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran.
Dampaknya, mereka juga belum bisa didaftarkan dalam sejumlah program bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Karena itu, Pemprov DKI tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan dasar. Dinas Sosial juga mulai mendorong penyelesaian administrasi agar hak anak atas identitas kependudukan dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta bersama jajarannya berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta serta Kelurahan Pisangan Timur.
Langkah tersebut diharapkan membuat ketiga anak segera memiliki dokumen kependudukan. Setelah itu, mereka dapat mengakses bantuan sosial dan layanan pemerintah sesuai ketentuan.
Dinsos Beri Bantuan Kebutuhan Dasar
Sebagai penanganan awal, Dinsos DKI memberikan sejumlah kebutuhan dasar kepada keluarga tersebut.
Bantuan itu berupa bubur bayi, biskuit, pampers, serta mainan atau boneka. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak-anak.
Di sisi lain, masyarakat sekitar juga terus memberikan dukungan. Warga dan pengurus lingkungan selama ini membantu memenuhi kebutuhan makanan dan pakaian keluarga.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa viral di media sosial tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya.
Pemerintah dan masyarakat perlu melakukan verifikasi sebelum menyimpulkan kondisi seseorang, terlebih ketika menyangkut anak-anak.
Namun, setelah informasi awal terbantahkan, persoalan ketiga bocah tersebut tetap membutuhkan pendampingan.
Pemenuhan identitas kependudukan menjadi langkah penting agar mereka tidak kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan sosial, kesehatan, dan berbagai perlindungan yang menjadi hak anak.
Pemprov DKI kini menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi lintas instansi. Dengan begitu, perhatian terhadap ketiga anak tidak berhenti setelah kabar mereka viral di media sosial. **
Editor : Hadwan













