29 Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat, Sebagian Besar Alami Gangguan Pendengaran

Sabtu, 8 November 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara alami gangguan pendengaran, pusat trauma healing disiapkan bekerja sama dengan KPAI dan psikolog profesional. (Posnews/Ist)

Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara alami gangguan pendengaran, pusat trauma healing disiapkan bekerja sama dengan KPAI dan psikolog profesional. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Keluarga korban ledakan di SMAN 72 Jakarta berharap anaknya segera sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.

Sebanyak 29 siswa korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih dirawat, 14 di antaranya menjalani perawatan intensif. Sebagian besar mengalami gangguan pendengaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Pradono Handojo, menyatakan seluruh pasien sudah dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap.

β€œTotal pasien ada 29, dan 14 masih dirawat. Pagi ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung memantau kondisi mereka,” kata Pradono, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga :  Perpol 10/2025 Terbit, Polisi Bisa Duduki Jabatan Strategis di 17 Lembaga Negara

Meski pemulihan fisik diprediksi cepat karena anak-anak masih muda, dua pertiga korban dilaporkan mengalami gangguan pendengaran serius.

β€œKami optimistis pemulihan jasmani cepat, kecuali bagian pendengaran. Sekitar dua pertiga terdampak gangguan,” jelasnya.

Selain pemulihan fisik, trauma psikologis juga jadi fokus utama. Pradono menekankan pentingnya konseling agar mental korban pulih pasca-insiden.

β€œPemulihan jasmani baru awal. Trauma healing dan pencegahan agar peristiwa serupa tak terulang menjadi pekerjaan besar kita,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan membangun pusat trauma healing khusus bagi siswa. Pusat ini bekerja sama dengan KPAI dan psikolog profesional.

Baca Juga :  Warga Baduy Dibegal dan Ditolak RS karena Tak Punya KTP, Menko PMK Turun Tangan

β€œKita menyiapkan pusat trauma healing untuk memberikan layanan psikologis lengkap bagi siswa korban. Bahkan, pusat ini juga akan diterapkan di sekolah,” ujar Jenderal Sigit.

Menurut Sigit, keberadaan pusat trauma healing di sekolah memudahkan penanganan keluhan psikologis dan memastikan anak-anak kembali belajar dengan tenang.

β€œDengan trauma healing, setiap keluhan psikologis dapat segera ditangani. Anak-anak bisa pulih mental dan kembali belajar dengan aman,” pungkas Kapolri. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor
Abah Setu Minta Maaf soal Dugaan Penghinaan Nabi, Polisi Tetap Usut

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru