Kehidupan Sehari-hari Romawi Kuno: Kemewahan Kota vs Derita Desa di Puncak Kejayaan

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Romawi bukan cuma soal perang! Simak potret kehidupan rakyat di

Ilustrasi, Romawi bukan cuma soal perang! Simak potret kehidupan rakyat di "Zaman Emas" Kaisar Trajan. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Memahami kehidupan masa lalu ibarat menyusun kepingan puzzle yang bergerak. Pasalnya, adat istiadat manusia berubah dengan sangat cepat.

Kita sering lupa bahwa hal-hal sederhana seperti kentang atau kopi belum ada di Eropa hingga abad ke-16. Begitu pula dengan Romawi. Retorika kuno sering membandingkan kesederhanaan zaman Republik dengan kemewahan zaman Kekaisaran yang menyusul kemudian.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran yang akurat, kita harus membatasi fokus waktu. Kita akan menyoroti generasi emas yang lahir sekitar pertengahan abad pertama Masehi, hidup melintasi pemerintahan Nero hingga masa kejayaan Trajan dan Hadrian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak Kemakmuran “Zaman Emas”

Generasi ini sangat beruntung. Mereka menyaksikan Kekaisaran Romawi berada di puncak kekuasaan dan kemakmuran tertingginya. Faktanya, ini adalah era penaklukan terakhir yang gemilang.

Kaisar berhasil menaklukkan Dacia di Eropa Timur. Seketika, kekayaan mineral yang melimpah mengalir masuk ke kas negara. Selain itu, penaklukan Arabia membuka gerbang banjir kekayaan dari India dan Asia Timur menuju Roma.

Baca Juga :  Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?

Dalam hal materi, peradaban kuno mencapai titik tertingginya di sini. Roma menjadi pusat semesta yang kaya raya dan stabil.

Harta Karun Pompeii dan Catatan Pliny

Sejarawan masa kini juga mendapatkan “keberuntungan” tersendiri. Ternyata, generasi ini meninggalkan catatan paling lengkap tentang kehidupan Romawi.

Karya-karya sastra dari Martial, Juvenal, dan Pliny memberikan deskripsi yang hidup, presisi, dan penuh warna. Tak hanya itu, bencana alam justru mengawetkan sejarah bagi kita.

Letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M mengubur kota Pompeii dan Herculaneum. Akibatnya, reruntuhan tersebut menjadi kapsul waktu yang menyimpan bukti arkeologis tak ternilai tentang bagaimana orang Romawi hidup, makan, dan bersosialisasi.

Kemudian, penggalian kota Ostia, pusat komersial ciptaan Kaisar Hadrian, semakin melengkapi gambaran tata kota modern mereka.

Jurang Menganga: Kota vs Desa

Namun, studi ini tidak akan lengkap tanpa melihat sisi gelapnya. Ada perbedaan nasib yang sangat mencolok antara kehidupan di kota (urbs) dan di desa.

Sejarawan Rostovtzeff menggambarkan situasi ini sebagai “pertarungan sengit dan sunyi”. Tembok pemisah melindungi kelas istimewa Romawi dari dunia luar yang keras.

Baca Juga :  Pencurian Kargo di Bandara Soekarno-Hatta Terulang Lagi, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Orang kota menikmati segala kemewahan dunia. Mereka memiliki akses ke pemandian umum yang hangat, lapangan olahraga yang hidup, dan pertunjukan megah.

Sebaliknya, nasib petani pedesaan sangatlah miris. Mereka hanya mengenal kerja keras tanpa henti dan tanpa keuntungan (unending labour without profit). Bahkan, fasilitas kota yang paling sederhana pun tidak bisa mereka nikmati.

Roma sebagai Pusat Semesta

Pada akhirnya, fokus sejarah sering kali bias ke arah perkotaan. Warga Roma menganggap kota mereka sebagai pusat alam semesta. Mereka merasa sebagai penguasa dunia yang bangga dan kaya, yang seolah-olah telah didamaikan selamanya.

Untuk memahami mereka, kita harus merekonstruksi lingkungan fisik dan sosial mereka. Maka, kita perlu menyelidiki latar belakang moral dan sentimen yang menggerakkan mereka.

Kehidupan rutin mereka hanya bisa kita pahami jika kita melihat kerangka besar di mana mereka hidup. Di balik kemegahan pilar marmer, tersimpan cerita tentang hierarki sosial yang kaku dan perjuangan kelas yang tak terlihat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara
Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali
Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba
Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU
Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon
Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Berita Terbaru