Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar

Senin, 14 September 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi dua bocah korban kebakaran rumah di Simorejo Surabaya. (Posnews/Ist)

Petugas mengevakuasi dua bocah korban kebakaran rumah di Simorejo Surabaya. (Posnews/Ist)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Jeritan dan kepanikan warga pecah di Jalan Simorejo XVI, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu (13/9/2026) sore.

Kebakaran melanda sebuah rumah milik Moch Kayis Khabibullah. Namun, di balik kobaran api itu tersimpan tragedi memilukan.

Dua kakak beradik, Kaffa Bihi Abdillah (7) dan adiknya, Khotibul Umam (5), ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar yang terbakar. Keduanya diduga sedang tidur ketika kebakaran terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, kedua bocah tersebut diduga sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun, mereka tidak berhasil keluar dari kamar.

Warga Lihat Kepulan Asap

Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah.

Warga yang panik kemudian berusaha memberikan pertolongan. Rumah tersebut masih dapat diakses.

Akan tetapi, ketika warga menuju kamar yang menjadi sumber asap, mereka mendapati pintunya dalam kondisi terkunci dari luar.

Situasi itu membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani, petugas menerima laporan sekitar pukul 15.38 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 15.44 WIB.

Baca Juga :  Viral di Bulukumba: Oknum Guru Honorer dan Sopir Puskesmas Diduga Mesum di Ambulans

Saat petugas datang, api sudah berhasil dipadamkan warga. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kamar yang terbakar, petugas menemukan dua korban.

Diduga Terjebak Asap Pekat

Laksita menjelaskan, kedua korban ditemukan di dalam satu kamar.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal bukan akibat luka bakar berat. Mereka diduga menghirup asap pekat hingga mengalami kekurangan oksigen di dalam ruangan.

Asap hitam yang memenuhi kamar membuat kondisi di dalam ruangan menjadi sangat berbahaya. “Korban dua anak, infonya sedang tidur saat kejadian,” kata Laksita.

Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan petugas. Kepastian penyebab kematian korban tetap menunggu penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pintu Kamar Terkunci dari Luar

Tragedi semakin memilukan setelah warga yang berusaha masuk untuk menyelamatkan korban mendapati pintu kamar terkunci dari luar.

Kedua bocah itu diduga terbangun ketika api mulai membesar. Mereka kemudian berusaha keluar dari kamar. Namun, pintu yang terkunci membuat upaya tersebut gagal.

Dalam hitungan waktu, kamar dipenuhi asap. Kondisi itu diduga membuat kedua korban kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Gubernur DKI Jakarta Beri Insentif Pajak Perhotelan dan Restoran 2025

Kedua orang tua korban diketahui tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi.

Api Diduga Berawal dari Korsleting

Petugas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam kamar. Api kemudian merambat ke sejumlah material yang mudah terbakar, termasuk kasur.

Kondisi kamar yang memiliki material mudah terbakar membuat api dan asap dengan cepat memenuhi ruangan.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama kabel, stopkontak, sambungan listrik, dan perangkat elektronik yang digunakan terus-menerus.

Tragedi yang Jadi Peringatan

Kebakaran rumah bukan hanya mengancam bangunan dan harta benda. Dalam hitungan menit, asap dapat memenuhi ruangan dan membuat penghuni kehilangan kemampuan untuk bernapas maupun mencari jalan keluar.

Karena itu, setiap keluarga perlu memastikan akses keluar kamar tidak terhalang dan pintu dapat dibuka dari dalam setiap saat.

Selain itu, penghuni rumah sebaiknya tidak membiarkan perangkat listrik berisiko menyala tanpa pengawasan. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala juga penting untuk mencegah korsleting yang berpotensi memicu kebakaran. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gegara Penarikan Mobil di Jalan, Empat Mata Elang Diamuk Massa di Bogor
Kepala Puskesmas dan Staf Dibawa ke Polres Sampang, Ini Perkembangan Terbarunya
Dijanjikan Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Diciduk Usai Aksi terhadap Al-Qur’an Viral
Utang Rp25 Juta Berujung Maut, Yogi Saparudin Ditemukan Terkubur di Kebun Teh
Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat
Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah
Pengusaha Warteg Tewas di Brebes, Suami Diduga Terlibat Pembunuhan
Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Gegara Penarikan Mobil di Jalan, Empat Mata Elang Diamuk Massa di Bogor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Kepala Puskesmas dan Staf Dibawa ke Polres Sampang, Ini Perkembangan Terbarunya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Dijanjikan Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Diciduk Usai Aksi terhadap Al-Qur’an Viral

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Utang Rp25 Juta Berujung Maut, Yogi Saparudin Ditemukan Terkubur di Kebun Teh

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB