PP Muhammadiyah Tegas, Pelaporan Pandji Bukan Sikap Resmi Aliansi Muda

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan. (Posnews/Muhammadiyah)

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan. (Posnews/Muhammadiyah)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan, pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bukan sikap resmi Muhammadiyah.

Ketegasan itu disampaikan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, Jumat (9/1/2026).

“Pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah tidak mewakili sikap resmi, apalagi mandat Persyarikatan Muhammadiyah,” tegas Bachtiar.

Lebih lanjut, Bachtiar menegaskan Muhammadiyah menjunjung dakwah amar makruf nahi munkar, serta mengedepankan keadaban publik dan hukum berkeadilan.

Karena itu, sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan pimpinan berwenang, sesuai AD/ART Muhammadiyah.

Ia menekankan, pengatasnamaan organisasi oleh individu atau kelompok tertentu tidak otomatis mencerminkan sikap Persyarikatan.

Baca Juga :  Banjir Jakarta, Polda Metro Jaya Kerahkan Brimob, Lantas, dan Polair di Titik Rawan Banjir

Selain itu, Muhammadiyah mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bijak bermedia dan dewasa menyikapi perbedaan pendapat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa secara konstruktif, dialogis, dan mencerahkan,” pungkas Bachtiar.

DPR Nilai Kritik Pandji Wajar dalam Demokrasi

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, menilai materi stand up comedy Pandji dalam “Mens Rea” merupakan kritik wajar dalam negara demokrasi.

Menurutnya, kritik melalui seni dan komedi dilindungi konstitusi, selama disampaikan secara etis.

“Tidak semua perbedaan pendapat harus dibawa ke ranah hukum. Kritik cukup dibalas dengan kritik,” ujar Abdullah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar seniman dan komika tetap menjaga etika, terutama saat mengkritik pemerintah atau pejabat publik.

Baca Juga :  Modus Tukang Sol Sepatu, Dua Pengedar Obat Daftar G Diciduk Polisi di Tangsel

Sebagaimana diketahui, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik terkait materi stand up comedy Mens Rea.

Pelaporan dilakukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah, dengan nomor laporan LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menilai materi Pandji melampaui batas hiburan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan serta perpecahan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan tersebut.

“Polda Metro Jaya menerima dan memproses laporan tersebut sesuai Pasal 300 dan 301 KUHP,” singkatnya.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB