1.541 Personel Polisi Jaga Demo Ojol di Monas dan Kedubes AS, Lalu Lintas Terancam Lumpuh

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ribuan personel polisi berjaga saat aksi demo ojek online di kawasan Monas dan Kedubes AS, Jakarta Pusat. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Ribuan personel polisi berjaga saat aksi demo ojek online di kawasan Monas dan Kedubes AS, Jakarta Pusat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aparat kepolisian mengerahkan 1.541 personel gabungan untuk mengamankan aksi besar Perhimpunan Ojek Online Indonesia bersama sejumlah elemen massa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Personel berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek. Polisi bersiaga penuh guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

Meski menurunkan ribuan personel, kepolisian memastikan tidak satu pun anggota membawa senjata api. Aparat diminta bertindak humanis namun tegas demi menjaga situasi tetap terkendali.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, kehadiran aparat semata-mata untuk mengawal hak warga dalam menyampaikan aspirasi, bukan untuk menekan massa.

“Kami hadir melayani masyarakat. Personel di lapangan tidak dibekali senjata api dan wajib bersikap humanis, persuasif, serta profesional,” tegas Reynold.

Peringatan Keras untuk Massa Aksi

Namun demikian, Reynold mengeluarkan peringatan tegas kepada peserta aksi. Polisi tidak akan mentoleransi tindakan provokatif, penutupan jalan, maupun aksi anarkis seperti pembakaran ban dan perusakan fasilitas umum.

Baca Juga :  Trump Janjikan Perang Iran Berakhir Segera di Tengah Merosotnya Dukungan Publik

Ia juga mengingatkan agar massa tidak melawan petugas dan tetap mematuhi aturan selama aksi berlangsung.

Di sisi lain, kepolisian mengimbau masyarakat sekitar Monas tidak terprovokasi. Pengguna jalan diminta menghindari kawasan aksi karena polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional.

“Pengaturan arus lalu lintas akan kami sesuaikan dengan kondisi lapangan. Kami minta semua pihak bekerja sama agar situasi tetap aman dan terkendali,” pungkas Reynold.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keributan di Sentraland Cengkareng Berujung Penganiayaan, Pelaku Diamankan
Bareskrim Sita 715 Gram Sabu dan 11.443 Butir Ekstasi, Pengendali Beraksi dari Penjara
Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor
Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:33 WIB

Keributan di Sentraland Cengkareng Berujung Penganiayaan, Pelaku Diamankan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:17 WIB

Bareskrim Sita 715 Gram Sabu dan 11.443 Butir Ekstasi, Pengendali Beraksi dari Penjara

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:42 WIB

Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor

Senin, 15 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Berita Terbaru