Trump Janjikan Perang Iran Berakhir Segera di Tengah Merosotnya Dukungan Publik

Kamis, 2 April 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan di Senat. Anggota parlemen dari Partai Republik menunda proposal dana keamanan $1 miliar untuk Gedung Putih, sementara faksi Demokrat berupaya menjegal rencana kompensasi bagi sekutu politik Presiden Donald Trump. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Ketegangan di Senat. Anggota parlemen dari Partai Republik menunda proposal dana keamanan $1 miliar untuk Gedung Putih, sementara faksi Demokrat berupaya menjegal rencana kompensasi bagi sekutu politik Presiden Donald Trump. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai titik balik krusial dalam konfliknya melawan Iran. Dalam pidato televisi pada Rabu malam waktu setempat, Trump menyatakan bahwa misi militer untuk melumpuhkan kekuatan pertahanan Teheran hampir selesai sepenuhnya.

Dalam konteks ini, Trump berupaya meyakinkan masyarakat Amerika yang mulai jenuh dengan peperangan yang telah memasuki pekan kelima. “Malam ini, saya dengan bangga menyatakan bahwa tujuan strategis utama kita sudah mendekati penyelesaian,” tegas Trump di hadapan rakyat Amerika.

Klaim Kehancuran Militer dan Program Nuklir Iran

Trump merinci sejumlah keberhasilan operasional yang ia anggap sebagai kemenangan mutlak Washington. Menurutnya, militer Amerika Serikat telah berhasil menyapu bersih angkatan laut dan angkatan udara Iran dari peta tempur. Selain itu, ia mengeklaim bahwa program rudal balistik dan fasilitas pengayaan nuklir Iran kini dalam kondisi lumpuh total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, kampanye udara tidak akan berhenti secara mendadak. Trump menegaskan bahwa militer AS akan terus menghantam sisa-sisa target di Iran selama dua hingga tiga pekan ke depan. “Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat,” tambahnya guna meredam kekhawatiran akan terjadinya perang atrisi yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Celah di Jalur Blokade: Kapal Perancis dan Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz Lewat Jalur Diplomasi

Krisis Harga Bensin dan Tekanan Domestik

Pidato ini muncul saat popularitas Trump berada dalam tren penurunan tajam. Akibatnya, administrasi harus menjawab kemarahan warga Amerika terkait lonjakan harga bahan bakar diesel dan bensin. Gangguan pada rantai pasok minyak global akibat penutupan Selat Hormuz telah memicu inflasi energi yang berat bagi rumah tangga di AS.

Dalam hal ini, Trump menolak bertanggung jawab atas kenaikan harga tersebut. Sebaliknya, ia menuduh rezim Iran melakukan “serangan teror gila” terhadap kapal tanker komersial milik negara-negara tetangga yang tidak terlibat konflik. Trump menjanjikan bahwa harga bensin akan segera turun kembali seiring dengan berakhirnya pertempuran di Timur Tengah.

Ancaman Sektor Minyak dan Paradoks Diplomasi

Satu poin krusial dalam pidato tersebut adalah pergeseran strategi penargetan. Meskipun mengeklaim akhir perang sudah dekat, Trump menyatakan militer AS akan mulai menyerang target energi dan minyak Iran jika dianggap perlu. Oleh karena itu, ancaman ini dipandang sebagai upaya tekanan maksimal terakhir agar Teheran menyerah sepenuhnya tanpa syarat.

Baca Juga :  Hakim Tolak Praperadilan Nadiem Makarim, Penetapan Tersangka Tetap Sah

Lebih lanjut, Trump secara mengejutkan tidak menyinggung soal aliansi NATO dalam pidatonya. Padahal, sebelumnya ia sempat menyatakan rasa muak kepada Reuters atas kurangnya dukungan sekutu terhadap tujuan AS di Iran. Pengabaian isu NATO ini diduga sebagai taktik untuk menjaga fokus publik pada keberhasilan militer domestik daripada perpecahan internal blok Barat.

Menanti Realisasi “Akhir Perang”

Masa depan stabilitas Timur Tengah kini bergantung pada konsistensi narasi Gedung Putih. Pada akhirnya, janji Trump untuk mengakhiri perang “sangat segera” akan diuji oleh realitas di lapangan dalam tiga pekan mendatang.

Dengan demikian, pasar energi dunia tetap berada dalam status waspada tinggi. Pelaku ekonomi menunggu apakah de-eskalasi yang dijanjikan Trump akan benar-benar terjadi atau justru berujung pada kehancuran permanen infrastruktur minyak Iran yang dapat memicu kiamat energi global di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB