Skandal Berkas Epstein: Dokumen FBI Ungkap Nama Besar Dunia

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Rilis dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia internasional. Departemen Kehakiman AS menyiarkan ribuan halaman berkas yang mengungkap jaringan komunikasi sang terpidana kasus seks anak tersebut dengan berbagai tokoh elite global.

Dokumen FBI tersebut mengidentifikasi setidaknya 10 individu sebagai “rekan konspirator”. Nama-nama seperti pendiri Microsoft Bill Gates, Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick, hingga miliarder Inggris Richard Branson kembali muncul dalam pusaran pengawasan publik.

Bantahan Keras PM Malaysia Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim segera memberikan klarifikasi setelah pertukaran email berusia 14 tahun menyeret namanya. Melalui unggahan di Facebook pada 1 Februari, Anwar membantah keras memiliki hubungan dengan Epstein.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya baru tahu hari ini bahwa ada pihak luar yang ingin bertemu dan bahkan ‘mencatut’ nama saya dalam email terkait kasus Epstein,” tulis Anwar. Ia menegaskan tidak memiliki koneksi apa pun dengan pihak-pihak dalam email tersebut. Ia juga menyatakan rasa syukur karena pihak luar hanya mencatut namanya secara sepihak lebih dari satu dekade lalu.

Baca Juga :  GT Senayan dan GT Semanggi 1 Kembali Dibuka, Jasa Marga Pastikan Tol Dalam Kota Jakarta Lancar

Mundurnya Peter Mandelson dan Skandal di Inggris

Dampak politik paling nyata terjadi di Inggris. Mantan duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, resmi keluar dari Partai Buruh pada hari Minggu. Langkah ini ia ambil untuk menghindari “mempermalukan lebih lanjut” partai tersebut.

Mandelson, yang sebelumnya telah kehilangan jabatan duta besar tahun lalu karena koneksinya dengan Epstein, kini menghadapi pengawasan ketat. Dokumen terbaru menunjukkan bahwa ia menerima beberapa pembayaran dari Epstein pada awal tahun 2000-an. Mandelson membantah tuduhan tersebut dan mengklaim tidak memiliki catatan atau ingatan tentang transaksi keuangan yang dimaksud.

Baca Juga :  Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Permintaan Maaf Ketua Olimpiade LA dan Klarifikasi Elon Musk

Ketua penyelenggara Olimpiade Los Angeles 2028, Casey Wasserman, turut menyampaikan permintaan maaf. Terungkapnya email bernada menggoda antara dirinya dengan Ghislaine Maxwell, mantan kekasih Epstein, pada tahun 2003 memicu langkah ini. Wasserman menyatakan bahwa interaksi tersebut terjadi jauh sebelum kejahatan Maxwell dan Epstein terungkap ke publik.

Di sisi lain, dokumen tersebut mengungkap korespondensi email antara Epstein dan Elon Musk pada November 2012. Dalam email tersebut, Epstein menanyakan berapa banyak orang yang akan Musk bawa menggunakan helikopter menuju pulau pribadinya. Musk menjawab dengan menanyakan kapan “pesta paling liar” akan berlangsung.

Menanggapi hal ini di platform X, Musk menyatakan bahwa ia sadar orang bisa salah mengartikan korespondensi lamanya. Namun, ia menekankan fokus utamanya adalah menuntut siapa pun yang melakukan kejahatan serius terhadap anak di bawah umur bersama Epstein agar hukum memproses mereka secara adil.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan
Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat
Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api
Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak
Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki
Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko dari Pemilu Parlemen

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak

Berita Terbaru

Temuan dua varian baru NVIDIA RTX Spark di Geekbench membuka peluang laptop berbasis ARM menjadi platform gaming serius. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA RTX Spark Muncul, Laptop ARM Kian Berpeluang

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:16 WIB

Komunitas fans berhasil membuat port native untuk Zelda Ocarina of Time dan Majora's Mask di perangkat iOS, lengkap dengan dukungan hingga 60 FPS tanpa emulasi. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Zelda Ocarina of Time dan Majora’s Mask Kini Berjalan Native

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:06 WIB