Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Pertahanan Tiongkok mendesak pihak Filipina untuk berhenti menghasut para nelayan agar melakukan tindakan provokatif di dekat Huangyan Dao. Juru bicara kementerian, Jiang Bin, menegaskan pada Selasa (10/2/2026) bahwa wilayah tersebut merupakan bagian sah dari kedaulatan Tiongkok.

Tiongkok memberikan peringatan keras terhadap inisiatif “Hero-Fisherfolk” yang digagas oleh Penjaga Pantai Filipina. Program tersebut melibatkan penggunaan kapal dan pesawat militer untuk mendampingi kapal penangkap ikan Filipina di perairan sengketa. Jiang menyebut langkah ini sebagai upaya sistematis untuk menciptakan gesekan di laut.

Tuduhan Penipuan dan Eksploitasi Nelayan

Dalam pernyataannya, Jiang Bin menuduh Filipina telah menipu dan menghasut nelayan yang tidak bersalah untuk melanggar hak-hak sah Tiongkok. Ia menilai Manila menggunakan warga sipil sebagai alat untuk memojokkan reputasi Tiongkok di mata dunia internasional.

“Perilaku pengkhianat ini sepenuhnya menunjukkan pengabaian mereka terhadap mata pencaharian, kesejahteraan, dan bahkan keselamatan para nelayan,” ujar Jiang. Oleh karena itu, Tiongkok meminta Filipina untuk segera mengakhiri manipulasi politik dan apa yang ia sebut sebagai “lelucon yang disutradarai sendiri” di wilayah perairan tersebut.

Penegasan Kedaulatan Teritorial

Pemerintah Tiongkok memastikan akan tetap menjalankan kedaulatan dan yurisdiksi penuh atas Huangyan Dao serta perairan di sekitarnya. Langkah ini akan terus berlangsung sesuai dengan koridor hukum internasional dan domestik yang berlaku di Beijing.

Selain itu, Tiongkok berjanji akan membela kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritimnya dengan tegas. Jiang menekankan bahwa provokasi Filipina tidak akan mengubah status hukum wilayah tersebut. Sebaliknya, tindakan Manila hanya akan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Laut China Selatan yang saat ini sudah sangat sensitif.

Baca Juga :  Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Provinsi Terungkap, Bareskrim Polri Amankan 12 Pelaku

Dampak Diplomatik di Kawasan

Ketegangan antara Beijing dan Manila terus meningkat seiring dengan seringnya terjadi gesekan di lapangan. Para pengamat maritim khawatir bahwa penggunaan nelayan dalam operasi semacam ini dapat memicu konflik yang lebih besar.

Hingga saat ini, Tiongkok menolak semua klaim Filipina atas Huangyan Dao. Beijing memilih untuk memperkuat kehadiran militer dan patroli laut guna memastikan kontrol mereka tidak terganggu. Melalui peringatan terbaru ini, Tiongkok mengirimkan sinyal jelas bahwa mereka tidak akan menoleransi aktivitas apa pun yang dianggap merongrong integritas wilayah nasional mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melania Trump dan Peng Liyuan Kunjungi Museum Seni Asia
Benjamin Netanyahu Sebut Tuduhan Genosida Kebohongan
PM Jepang Sanae Takaichi Hadapi Dilema Diplomasi
Board of Peace Ajukan Rencana Rekonstruksi Gaza
Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir
Kremlin Kecam PM Inggris Andy Burnham Terkait Disinformasi
Volodymyr Zelenskyy Desak Pemimpin Dunia Hentikan Perang
Hakim AS Menunda Putusan Kasus Larangan Media Gedung Putih

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:15 WIB

Melania Trump dan Peng Liyuan Kunjungi Museum Seni Asia

Sabtu, 26 September 2026 - 14:13 WIB

Benjamin Netanyahu Sebut Tuduhan Genosida Kebohongan

Sabtu, 26 September 2026 - 13:03 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Hadapi Dilema Diplomasi

Sabtu, 26 September 2026 - 06:12 WIB

Board of Peace Ajukan Rencana Rekonstruksi Gaza

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Berita Terbaru

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

DAERAH

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi, warga Jabodetabek diminta mewaspadai perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi.(Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Hari Ini 27 September, Jabodetabek Berpotensi Hujan Deras

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:11 WIB